DISHARMONI

DISHARMONI

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 1, 2025
- Ketika rumah berubah menjadi medan perang. Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman, tempat di mana seorang anak bisa bernafas tanpa rasa takut. Namun ketika rumah berubah menjadi medan perang, kehangatan retak menjadi serpihan yang menusuk setiap langkah. Dinding-dinding yang dulu menyimpan tawa kini menggema dengan bentakan, dan lantai yang dulu menjadi tempat bermain berubah menjadi ruang tempat ia belajar membaca tanda-tanda amarah. Semua luka yang datang tidak pernah ia minta, tetapi tetap menempel, menua bersamanya, mengajarinya cara bertahan sebelum ia sempat belajar bagaimana seharusnya dicintai. Setiap hari terasa seperti menunggu badai berikutnya-tak ada kepastian kapan suara akan meninggi atau tangan akan mengayun. Di balik pintu kamar yang rapuh, ia mencoba mengecilkan dirinya, berharap amarah tidak menemukan jalan masuk. Namun tetap saja, suara itu menembus seperti peluru, "Kalau kau tidak mau menurut, untuk apa aku membesarkanmu?" Kalimat itu menancap lebih dalam daripada luka yang terlihat, seolah keberadaannya harus dibenarkan dengan kepatuhan mutlak. Dan di sanalah ia tumbuh - bukan dari cinta, tetapi dari rasa sakit yang tak pernah ia pilih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines