Lima tahun telah berlalu sejak peperangan melawan Azgeda, namun waktu ternyata tidak mampu menyembuhkan segalanya. Arkadia kini dipaksa menghadapi realitas baru saat armada Eligius III mendarat dengan misi mutlak: mendirikan koloni "Sanctum" di atas tanah Bumi. Russell dan Josephine Lightbourne datang membawa teknologi keabadian yang memukau, namun di balik itu, Josephine memulai permainan psikologis yang berbahaya. Ia terus menggoda Clarke, memanfaatkan rahasia masa lalu Clarke yang sangat mirip dengan sosok "Olivia" untuk memecah belah loyalitas sang Wanheda.
Ketegangan ini merembet pada hubungan para pemimpin. Lexa kini memimpin dengan kecemburuan yang membara, dipicu oleh masa lalu intim antara Clarke dan Niylah yang kembali mencuat ke permukaan. Hal ini diperparah dengan hubungan Octavia dan Niylah. Setelah perkembangan hubungan mereka di musim sebelumnya, kepercayaan Octavia nyaris runtuh seketika setelah "pengkhianatan" Niylah di bawah pengaruh Toxin.
Di tengah badai emosional ini, Raven Reyes berdiri sebagai pusat gravitasi. Sebagai satu-satunya orang yang mengerti teknologi kedua belah pihak, Raven harus menyeimbangkan posisinya di tengah perselisihan sahabat-sahabatnya. Ia menyadari bahwa Josephine sedang memanfaatkan luka batin antara Octavia, Niylah, dan Lexa agar Sanctum bisa membangun koloni mereka tanpa perlawanan. Raven menjadi harapan terakhir untuk menyatukan kembali kepingan kepercayaan yang pecah sebelum rahasia masa lalu benar-benar menghancurkan masa depan mereka di Bumi.
Hak Cipta Terpelihara