Retak Tak Bersuara

Retak Tak Bersuara

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 2, 2025
Di balik senyum yang tak pernah sepenuhnya tiba, seorang anak tengah belajar diam sejak kecil-diam yang bukan pilihan, melainkan kebiasaan yang tumbuh dari ketiadaan ruang untuk bersandar. Ia hadir, namun kerap tak terlihat; ada, namun seolah tak pernah dianggap benar-benar ada. Dalam keluarganya, ia berdiri dengan dua kaki yang lelah, menopang diri sendiri ketika dunia di sekelilingnya terasa sibuk menuntut tanpa pernah mendengar. Hari-harinya dipenuhi retakan halus yang tak tampak oleh siapa pun. Namun retakan itu justru semakin nyaring di dalam dirinya, mengetuk pintu yang tak pernah ia berani buka. Di tengah kesunyian yang menyesakkan, ia berusaha menata ulang hidupnya-mencari cahaya kecil yang terselip di antara bayang-bayang ekspektasi dan ketidakhadiran perhatian. Novel ini adalah perjalanan menemukan diri: tentang luka yang tak terlihat, tentang keberanian mencari cahaya di tengah hening yang menyesakkan, dan tentang menemukan bahwa suara sekecil apa pun tetap berharga... selama ia berani mengeluarkannya. Saat ia perlahan belajar berbicara-pada dunia, pada keluarganya, dan terutama pada dirinya sendiri-ia menyadari bahwa diam tak selalu berarti kuat, dan bersuara bukan berarti menuntut. Terkadang, itu hanya cara untuk akhirnya diakui... dan disembuhkan.
All Rights Reserved
#59
tulangpunggung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines