Alya Sasmaya selalu menghindari senja sejak seseorang yang ia sayangi hilang dalam cahaya jingga beberapa tahun silam. Namun, semua berubah ketika ia bertemu Narean Laksamana, seorang fotografer pendiam yang setiap sore berdiri di balkon gedung tua, seolah menunggu sesuatu yang hanya ia yang bisa lihat.
Perjumpaan sederhana itu perlahan membuka pintu menuju masa lalu yang sama-sama mereka hindari. Setiap senja datang, membuat perilaku Narean berubah. Tatapan retak, suara bergetar, dan mengaku mendengar seseorang memanggil namanya dari balik horizon. Alya, yang menyimpan ingatan tentang kehilangan, mulai melihat pola ganjil dalam polaroid yang diberikan Narean. Bayangan seseorang yang tidak ada di dunia nyata.
Ketika koneksi di antara mereka kian kuat, keduanya harus menghadapi kenyataan bahwa trauma mereka mungkin berasal dari sumber yang sama. Jika Alya gagal mengurai ingatannya, ia akan terus terikat pada luka yang tak pernah ia pahami. Jika Narean tak mampu mengendalikan bisikan senja, ia bisa kehilangan kendali, juga Alya.
Di antara langit yang memerah, cinta tumbuh, tetapi satu pertanyaan tetap menghantui. Apakah mereka ditakdirkan untuk saling menyembuhkan atau saling menenggelamkan?
Short Story [21+]
Lihat TAG sblm baca, yaaa, biar gak salah genre♥️
Bukan cerita ng*we langsung beres, tapi ada alurnya. Yang gak suka cerita jenis beginian, jangan salah lapak!
Repost cerita lama
Dosa ditanggung bersama