TIAN [Transmigrasi]

TIAN [Transmigrasi]

  • WpView
    Reads 5,275
  • WpVote
    Votes 553
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2026
Tian tidak menyangka jika ia akan bertransmigrasi ke tubuh seorang duda beranak 2 ditambah kedua anak itu kembar!! Tian yang terkenal di sekolahnya karena Nakal dan bandel harus mengurus seorang anak anak wow!! bahkan usia mereka hampir sama! No romance yh!! Just bromance kepo cus baca!!! karya @yran_ielll NOT BL
All Rights Reserved
#19
dingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avery Halbur: The Alclaire Jewel
  • become a brother overnight?
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Side Character Syndrome
  • Transmigrasi Javis ke Rey
  • The Last Antagonis
  • ANOTHER TRACY
  • LORENZO
  • Help, I'm a Zombie!
  • SALAH OBAT
  • Arkana New Child
  • De Verion
  • You Think?
  • Ervan Carolline
  • NOA
  • Heyu : Second Gear
  • π“π‘πž π”π§π°π«π’π­π­πžπ§ π™‰π™‹π˜Ύ
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • π™³πšŠπš—πš’πšŽπš• πšπš‘πšŽπš˜πšπš˜πš›πšŽ πšœπšŠπšπš’πš™πšπšŠ

Dingin itu dimulai sejak usia dua tahun. Avery bahkan tidak benar-benar ingat wajah ibunya, hanya sisa hangat yang samar, seperti pelukan yang hilang terlalu cepat. Orang-orang bilang ibunya meninggal karena kecelakaan. Sejak hari itu, rumah yang dulu terasa hidup berubah menjadi tempat yang sunyi... dan perlahan, menakutkan. Adelar, ayahnya, tidak pernah benar-benar pulih. Malam-malam di rumah itu dipenuhi bau alkohol, suara benda jatuh, dan langkah kaki berat yang selalu membuat tubuh kecil Avery menegang. Ia tidak mengerti apa yang terjadi, yang ia tahu, rumah bukan lagi tempat yang aman. Sampai suatu malam, semuanya mencapai batasnya. - "Ya, aku punya hak!" suara Maris bergetar, tapi tegas. "Hak untuk membawa pergi anak adikku dari ayah tak bertanggung jawab sepertimu!" "Tunggu! Maris! MARIS!!" Namun Maris tidak berhenti. Ia menggenggam Avery erat, membawanya pergi dari rumah itu, meninggalkan suara teriakan Adelar yang perlahan menghilang di belakang mereka. - Waktu berlalu. Rumah sederhana itu tidak besar, tidak mewah, tapi cukup hangat untuk membuat Avery tumbuh tanpa bayang-bayang yang sama seperti dulu. Hingga suatu hari- "Namaku Avery! Nama kamu siapa?" Seorang anak kecil berdiri di hadapannya dengan mata yang jernih, suaranya ringan, lembut dan halus. "Lucu.." batin seseorang. Namun bukan hanya itu. Ada sesuatu yang aneh. Sesuatu yang membuatnya... tidak ingin mengalihkan pandangan. My first Story!, jangan lupa vote dan komen, ya! Enjoy!

More details
WpActionLinkContent Guidelines