BELUM SELESAI!

BELUM SELESAI!

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 2, 2025
"Setiap kenangan punya cara sendiri untuk membalas." Setelah lima belas tahun pernikahan, Amy dan Joe hidup dalam rumah yang tampak utuh dari luar, namun retak di dalam. Cinta yang dulu hangat berubah menjadi sunyi yang terlalu rapat untuk diakui. Sampai suatu pagi, Amy menerima pesan dari nomor tak dikenal: "Amy, kita harus bicara. Sudah lewat lima tahun." Nomor asing. Tidak ada nama. Tidak ada penjelasan. Dan segala sesuatu yang mereka coba kubur mulai bergerak kembali. Lambat. Diam. Berbahaya. Amy mulai merasa dia diawasi. Joe mulai diteror oleh rasa bersalah yang tidak pernah ia selesaikan. Anak-anak mereka melihat keheningan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Saat masa lalu kembali membuka pintunya, Amy dan Joe harus bertanya pada diri mereka: Apa sebenarnya yang belum selesai? Dan siapa yang sedang menunggu di balik semua ini? Sebuah novel psikologis tentang cinta yang rapuh, luka yang ditunda, dan kebenaran yang selalu menemukan jalan pulang.
All Rights Reserved
#85
divorce
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Nakula
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines