Zoya Dmitrisna Monroe lahir bukan dari cinta, tetapi dari sebuah transaksi gelap yang dilakukan sebelum ia menghirup napas pertama. Ketika ayahnya, Dmitri, terjerat kehancuran, satu-satunya orang yang mampu menyelamatkannya adalah Alistair Carrington, pria yang diam-diam mencintai Zara, ibu Zoya. Namun cinta Alistair bukan cinta biasa, itu adalah obsesi sunyi yang menuntut imbalan.
Zara menolak menyerahkan dirinya. Dmitri menolak mengorbankan istrinya.
Maka mereka memberikan sesuatu yang lebih kejam, anak yang belum lahir, yang membawa setengah dari Zara, separuh yang selalu diinginkan Alistair.
Kesepakatan itu seharusnya berlaku saat Zoya genap tujuh belas.
Namun takdir berubah ketika Alistair meninggal sebelum waktunya, meninggalkan wasiat yang mengguncang hidup banyak orang, seluruh hartanya, kekuasaannya, dan hak atas Zoya jatuh ke tangan adiknya, Alexander Carrington, seorang pria dingin, rasional, dan terikat pada janji yang bukan pernah ia buat.
Saat Zoya menginjak usia remaja, dunianya berbelok menuju keluarga Carrington. Alexander menganggap Zoya sebagai tanggung jawab yang harus dipenuhi, bukan manusia yang bisa memilih hidupnya sendiri. Tapi semakin Zoya tumbuh, semakin Alexander menyadari bahwa ia tak sedang menjaga warisan kakaknya, ia sedang menjaga rahasia yang lebih dalam, sesuatu yang menuntut kedekatan yang rumit dan berbahaya.
Bagi Zoya, Alexander adalah pria asing yang memegang kendali atas masa depannya.
Bagi Alexander, Zoya adalah janji yang harus ditepati dan perlahan menjadi sesuatu yang tidak boleh ia inginkan.
Dalam rumah besar milik keluarga Carrington, batas antara tanggung jawab dan perasaan mulai kabur.
Dan saat Zoya mendekati usia tujuh belas, umur yang dijanjikan dalam perjanjian kuno itu, kedua jiwa yang berbeda dunia ini harus menghadapi fakta, kadang, cinta yang paling gelap terlahir dari perjanjian yang seharusnya tidak pernah ada.
Aurelia Kusuma Candrawati pernah percaya bahwa bertahan adalah bentuk cinta paling tulus.
Ia menunggu, mengerti, dan menyesuaikan diri-hingga lupa bagaimana rasanya dipilih.
Elvano Baskara Pramudya tidak pernah benar-benar pergi.
Ia tetap ada, namun semakin jauh.
Dan dalam jarak yang tumbuh perlahan itu, Aurelia jatuh sendirian.
Hilang Tapi Tidak Pergi adalah kisah tentang perempuan yang mencapai titik terendah bukan karena ditinggalkan, melainkan karena terlalu lama bertahan pada seseorang yang tidak lagi menggenggamnya.
Tanpa drama berlebihan, cerita ini berjalan sunyi-tentang kehilangan yang pelan, kelelahan emosional, dan keberanian untuk berhenti menunggu.
Karena terkadang, cinta tidak berakhir dengan perpisahan.
Ia berakhir ketika seseorang akhirnya memilih dirinya sendiri.