Angkara Raham Marghandi, pewaris muda berdarah Jawa-Arab dengan reputasi yang tak selalu indah, dijodohkan oleh keluarganya demi meredam masa lalunya yang penuh riuh. Pilihan itu jatuh pada Kahitri Gening Koesumo-gadis dua puluh dua tahun yang polos dan jernih hatinya, dengan cara memandang dunia yang sering kali membuat Angkara sulit menebaknya. Bagi Angkara, pernikahan ini hanyalah keputusan keluarga, lagi-lagi ia menjalani sebuah tugas. Tugas mengayomi perempuan itu seumur hidupnya.
"Kahi tidak terlalu tahu bagaimana menjadi istri yang baik. Kata Ibu, cukup patuhi suami dan jangan membuatnya kecewa. Tapi... Kahi agak takut kalau suaminya Mas Angkara, si pangeran bertanduk itu, matanya itu loh menyeramkan".
- Kahitri Gening Koesumo
Pertama kali melihat perempuan itu, Angkara tidak merasakan apa-apa selain kesal yang sulit ia sembunyikan. Terlalu polos. Terlalu mudah percaya dan tidak menantang.
"Dia itu hanya manik manis yang akan bertahan di pernikahan ini, bukan keinginan ku menikahi perempuan bocah itu, sekarang kita lihat sejauh mana aku bisa berperan menjadi suami bertanggung jawab yang di inginkan si tua Wijaya"
- Angkara Raham Marghandi
Kahitri menerima pernikahan ini dengan hati ringan dan rasa ingin tahu yang besar, sementara Angkara hanya menjalani sesuatu yang tak pernah bisa ia tolak dari eyang Wijaya. Dua orang dengan dunia yang bertolak belakang, dipertemukan oleh kesepakatan keluarga-dan tak satupun tahu, apakah pertemuan ini akan menjadi hubungan sementara atau hubungan hingga tamat usia.
°°°
Copyright © [2025] by Sachi Naja. All Rights Reserved.
Seluruh isi cerita, termasuk karakter, alur, dialog, dan keseluruhan dunia fiksi di dalamnya, merupakan karya asli penulis. Dilarang keras menyalin, menggandakan, menerjemahkan, mempublikasikan ulang, atau mengambil bagian apa pun dari karya ini tanpa izin tertulis dari penulis.
Pelanggaran akan dikenakan tindakan sesuai ketentuan hukum hak cipta yang berlaku.Todos os Direitos Reservados