Ameyra Balleza Azkayra, pernah menjadi santri yang patuh-bangun sebelum subuh, hafal doa-doa pendek, dan selalu menundukkan hati ketika mendengar lantunan Al-Qur'an. Namun itu dulu, sebelum ia keluar dari pondok, sebelum kata lulus itu membahagiakannya, sebelum dunia luar menariknya perlahan, menjauhkan langkahnya dari Allah yang dulu begitu dekat.
Hingga suatu hari, di sudut gudang rumah, ia menemukan sebuah diary usang miliknya saat menjadi santri. Lembarannya menguning, tintanya pudar ... namun kenangannya justru kembali paling jelas.
Setiap halaman yang ia buka seperti menampar hatinya sendiri. Saat itulah ia berjuang untuk memperbaiki dirinya sendiri yang sudah terlalu jauh.
Namun tak semudah yang di bayangkan. Berbagai tantangan ia lewati,salah satunya memutuskan kekasihnya, dan ...
Ternyata bukan hanya itu.
Takdir justru mengujinya lagi dengan merenggut cinta pertamanya: papahnya. Kehilangan itu membuat doanya kembali terhenti, seolah niat ingin kembali memperbaiki diripun ikut terhenti.
Di titik terendah, muncul seseorang yang begitu asing, namun familiar-datang membawa kalimat yang terasa terlalu tepat untuk orang yang baru dikenal. Ia seolah tahu luka ameyra, tahu arah pulang yang ia lupakan. Namun siapa dia sebenarnya?, dan mengapa kehadirannya terasa seperti jawaban dari doa yang tak sempat terucap?.
Sebuah kisah tentang perjuangan menemukan arah, kehilangan, rahasia di balik pertemuan yang mengubah segalanya, dan bagaimana Allah selalu membukakan pintu-bahkan untuk hati yang paling jauh.
Plagiat minggir dulu, hus! hus!
Kalo penasaran baca ajh><
Tapi jang lupa follow vote and coment!!!
All Rights Reserved