Di sebuah sudut gelap Glodok yang tak tersentuh cahaya neon Jakarta, berdiri sebuah ruko tua yang baunya seperti campuran cengkeh dan penyesalan. Ini adalah Pegadaian Rasa.
Pemiliknya adalah Banyu, seorang pialang sinis bermata perak yang tidak menerima uang. Dia menerima emosi.
Kau butuh percaya diri untuk presentasi kantor? Banyu bisa menyuntikkan "Validasi Semu" ke kepalamu. Kau ingin melupakan mantan? Banyu akan menyedot "Patah Hati"-mu dan menyimpannya dalam botol kaca. Bagi Banyu, perasaan manusia hanyalah komoditas. Sampah bagi satu orang, harta karun bagi orang lain.
Bisnis berjalan lancar sampai Lara, seorang jurnalis investigasi yang keras kepala, mendobrak masuk mencari kebenaran tentang adiknya yang mati misterius. Dan di saat yang sama, Tuan Abadi-entitas kuno yang menguasai dunia korporat Jakarta-datang menagih utang.
Tuan Abadi tidak meminta uang. Dia meminta satu hal yang mustahil ditemukan di kota metropolitan yang sakit ini: "Pengampunan Tulus".
Banyu punya waktu tujuh hari. Jika dia gagal, botol berisi "Harapan Masa Kecil"-nya akan dihancurkan, dan dia akan menjadi Cangkang-manusia kosong tanpa jiwa-selamanya.
Bersama Lara, Banyu harus berburu di tengah kemunafikan ibu kota, dari panti asuhan selebriti hingga griya tawang konglomerat, hanya untuk menyadari bahwa musuh terbesar mereka bukanlah iblis, melainkan hilangnya kemanusiaan itu sendiri.
Rosaline pecinta novel dewasa. Namun, novel dewasa dengan tema harem berjudul Hers adalah novel terburuk yang pernah Rosaline baca.
Eksekusi plot cerita mainstream dan karakter yang membuatnya mencak-mencak ditambah lagi nama tokoh antagonis perempuan dalam cerita tersebut adalah Rosaline, namanya sendiri.
Siapa sangka Rosaline memasuki dunia novel itu.
Para tokoh utama laki-laki, terutama Jayendra, selalu menyalahkannya atas semua ketidaknyamanan tokoh utama perempuan, Vanita. Ditambah lagi Vanita yang selalu bersikap menyebalkan, membuat Rosaline memilih sekalian saja mendalami perannya sebagai antagonis perempuan.
Karena tak punya siapa-siapa di pihaknya, Rosaline terpaksa mendekati Kalingga, sang antagonis laki-laki dalam novel Hers. Musuh Jayendra. Sekaligus tokoh yang Rosaline yakini hanya memiliki ketertarikan pada laki-laki. Alias; gay.
...
"Mau gue buktiin kalau punya gue bisa berdiri tegak hanya untuk perempuan?" Tangan Kalingga yang satunya memeluk pinggang Rosaline pelan. "Sini lo agak mepet dikit dan rasain punya gue udah membengkak sekarang. Itu kalau lo berani."
@kandthinkabout