We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Unexpected Track

Unexpected Track

  • WpView
    Reads 5,346
  • WpVote
    Votes 661
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 10, 2025
WpInfo
Fanfic
Namping, seorang dokter muda yang disiplin dan logis, selalu menjaga jarak dari hal-hal yang bisa mengganggu kariernya-terutama hubungan romantis. Ia bertemu Keng, seorang pembalap yang tenggelam dalam dunia malam, alkohol, dan hubungan tanpa ikatan. Niat Keng awalnya sederhana: menggoda Namping dan menjadikannya target permainan berikutnya. Namun ketertarikan itu mulai merubah jalurnya.
All Rights Reserved
#9
nampingster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Omega
  • Under the same roof || kengnamping
  • The Sword And The Scholar Prince
  • HANCUR
  • I LOVE YOU (kengnamping)
  • HOME
  • Scent Between Two Worlds (KengNamping)
  • Reborn to Claim You (KengNamping)
  • CEO's Invisible Chain
  • Give Me Your Heart
Omega

Namping adalah beta yang sangat bahagia, hidupnya tenang, nyaris tanpa riak. Ia tidak pernah tersiksa oleh fromone-zat asing yang sering membuat beta lain gelisah ketika berada di sekitar alfa atau omega. Tubuhnya stabil, emosinya terkendali, dan masa depannya tampak lurus seperti garis penggaris. Sampai demam itu datang. Demam aneh yang tak kunjung turun, membuat tubuhnya panas dan pikirannya kabur. Dokter menyebutnya kasus langka: perkembangan omega yang terlambat. Sesuatu yang seharusnya muncul sejak remaja, baru bangkit sekarang, dipicu oleh tekanan yang tak ia sadari. Tekanan itu duduk tepat di sebelahnya setiap hari. Teman sebangkunya-anak pindahan. Seorang alfa tampan dengan reputasi yang terbentuk secara instan. Senyum yang terlalu mudah disukai, suara yang membuat kelas otomatis hening, dan fromone yang samar namun konsisten, seperti hujan gerimis yang tak terasa tapi perlahan membasahi. Namping tak pernah membencinya. Bahkan hampir tak pernah memikirkannya. Tapi tubuhnya mengingat dengan caranya sendiri. Setiap kali alfa itu mencondongkan badan untuk meminjam pulpen, setiap kali aroma hangat itu lewat begitu saja, ada sesuatu di dalam diri Namping yang terbangun-pelan, terlambat. Saat ia akhirnya terbaring lemah, menggigil dengan identitas yang runtuh, satu hal baru ia sadari dengan pahit. Ia bukan beta yang kebal. Ia hanya omega yang terlalu lama tertidur. Dan alfa itu-dengan semua popularitas dan pesona instannya-adalah alarm yang membangunkannya tanpa izin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines