Celestine Crystal Valmont adalah seorang alpha yang memilih hidup dalam ketenangan. Ia tidak menyukai hiruk-pikuk dunia luar dan lebih nyaman mengurung diri di rumahnya yang sunyi. Di balik sikapnya yang dingin, Celestine menyimpan kesetiaan yang tak tergoyahkan pada satu keluarga: keluarga Montclair.
Persahabatannya dengan Sebastian Alaric Montclair telah terjalin sejak mereka masih kecil. Dari hubungan itulah Celestine menjadi sosok yang paling dipercaya keluarga Montclair-diminta untuk menjaga anak kedua mereka, Nathaniel Sylvain Montclair.
Nathaniel telah menginjak usia delapan belas tahun, namun hingga kini gender keduanya belum juga muncul. Ia hidup sebagai "anak tanpa kepastian", berdiri di antara takdir yang belum menetapkan arahnya. Celestine selalu bersikap seolah Nathaniel hanyalah anak biasa, tak pernah menunjukkan keistimewaan atau perlakuan khusus. Namun tanpa disadari, perhatiannya justru selalu tertuju pada Nathaniel-pada hal-hal kecil yang bahkan tak disadari orang lain.
Perhatian itu telah tumbuh sejak lama. Sejak Celestine berusia tujuh tahun dan Nathaniel baru empat tahun, kebiasaan menjaga, memperhatikan, dan melindungi telah menjadi bagian dari hidup mereka. Semua terjadi begitu alami, seolah takdir memang menenun keduanya sejak masa kanak-kanak.
Kini, Sebastian semakin sering menitipkan Nathaniel pada Celestine. Bukan lagi sesekali, melainkan bisa hingga dua kali dalam sebulan. Maka Nathaniel lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Celestine-sebuah rumah alpha yang seharusnya dingin, namun justru menjadi tempat paling hangat yang pernah ia kenal.
Di antara ketenangan yang rapuh, kepercayaan keluarga, dan takdir yang belum terbangun, perubahan besar perlahan mendekat. Dan saat gender kedua Nathaniel akhirnya terbangkitkan, hubungan yang telah terjalin sejak kecil itu tak lagi bisa berjalan seperti sebelumnya.
Membuka mata di dunia antah berantah, gadis modern abad 21 yang terbiasa dengan ponsel dan wifi itu kini harus menerima takdirnya menjadi seorang pembuat roti di ibu kota abad entahlah.
Sial, bahkan didunia barunya tidak pakai kalender sebelum masehi dan masehi seperti dunia asalnya!
Katanya sih sekarang tahun ke-671 A.A.
Tak ada pilihan lain, Aria- sekarang telah berubah menjadi Elira, memilih menerima kehidupannya sebagai pemilik toko kue sekaligus pembuat roti di ibu kota kekaisaran.
Tapi, sepertinya dewa di dunia baru ini tidak menyukainya. Setelah Elira mulai menikmati hidupnya di dunia asing ini- gadis itu dihadapkan dengan masalah baru. dia bangun dengan pria asing di kasurnya. Biadabnya lagi, pria itu adalah KAISAR?!
Kaisar gila yang membunuh seluruh anggota keluarganya, kini berada di kasur gadis itu.
Elira ingin menangis.
_________________