Only Longing

Only Longing

  • WpView
    Reads 320
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 4, 2026
Saat aku menoleh ke belakang, Ata sudah berdiri tegap di hadapanku. Dia... sangat tenang untuk seseorang yang seolah tak mengenalku. Ia menatapku. Wajahnya, terasa berbeda saat kulihat dari dekat. Di sela-sela jarinya, kucirku tegantung begitu saja. Ata... baru kali ini dia menghampiriku. Walau hanya sekadar mengembalikan kucirku yang hilang. "Punya... mu?" tanya Ata. Tatapanku masih terpaku dengannya, sembari mengambil kucirku di tangannya. "I-iya. Ini kucirku." "Tadi jatuh di depan kamar mandi," ucapnya, lalu pergi. Rasanya, aku ingin sekali saja memanggil nama Ata. Memanggil nama itu, tuk sekian kalinya. Tapi, jarak yang ia bangun, begitu tebal untuk aku tembus. Namanya, hampir kuucap... namun keberanian itu selalu terlambat satu langkah.
All Rights Reserved
#171
softromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • Hello Mr. Komrad
  • Stand by Me
  • Kembang Desa
  • A dan Z
  • Prahara Lamaran [END]
  • NANGGALA
  • I'm the male lead's wife?
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nala dan Mas Juragan

Please, don't plagiat🙅 No no yaa🙎 ••••• "Nak, demi keluarga kita... kamu harus menikahi Tuan Arsen." "APA?! Menikah dengan Bos Papa?! Tidak mau! Papa, ini lelucon, kan?! Aku masih kelas tiga SMA! Aku bahkan sudah punya pacar! Papa tidak bisa melakukan ini padaku!" Virly menolak mentah-mentah. Reaksi Virly sama sekali tidak menggoyahkan Arsen. Ia bangkit dari sofa, menjulang tinggi di atas keluarga yang sedang hancur itu. "Aku tidak peduli kau punya pacar atau masih kelas tiga SMA. Kau punya satu hari untuk memutuskan. Menikah denganku, atau ayahmu masuk penjara dan semua asetmu akan kuserahkan ke bank. Aku hanya butuh ibu untuk kedua anakku." Ucap Arsen dingin dan tegas "Kau tak boleh seenaknya!" Virly berteriak kesal. "Pikirkan baik-baik. Waktu terus berjalan, Nona." Arsen melangkah Pergi. Virly yang berusia 17 Tahun, siswi kelas tiga SMA yang ceria yang masih mendambakan kebebasan, mendadak harus berhadapan dengan takdir pahit yang mengancam keluarganya. Sang ayah, yang terlilit utang besar pada bosnya, Arsen yang berusia 30-an, seorang duda dingin beranak dua, menjadikan Virly sebagai jaminan. Di bawah ancaman penjara dan penyitaan seluruh aset keluarga, Virly terpaksa menerima pinangan sang duda. Ia harus segera menikah dan menjadi ibu bagi dua anak kecil, sekaligus menghadapi Arsen yang selalu bersikap dingin dan tidak peduli pada perasaannya. Mampukah Virly bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini? Dan bisakah ia, yang masih labil, menjadi ibu yang sempurna bagi dua anak yang asing baginya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines