Puppet master: The Feeling.

Puppet master: The Feeling.

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Dec 3, 2025
Jennifer Keen adalah seorang gadis berusia 19 tahun yang sangat sensitif dan introvert. Ia tidak punya teman, kecuali Abang nya, Jeffrey Keen, yang merupakan seorang youtuber. Namun Jennifer juga memiliki hubungan yang sedikit buruk dengan ibunya karena ia merupakan seorang polisi. Suatu hari ia mendapat hadiah dari sahabat nya yang berasal dari pemberian paman nya, sebuah boneka, itu dikarenakan sahabat nya penderita pediophobia sementara abang dari sahabat nya sudah memiliki banyak sekali boneka yang mulai memenuhi kamar nya, tentu saja Jennifer dengan berat hati menerima boneka itu karena ia tahu itu bukanlah boneka biasa, melainkan Blade, boneka dari leluhur sahabat nya, Andre Toulon. Ia juga diikuti dan diamati oleh boneka bernama teman-temannya, Torch, Pinhead, dan Jester. Ketika Blade dikurung di rumah gadis itu, teman-temannya pergi karena mengira ia telah melunak demi manusia ini untuk menjadi istrinya. Blade mengaku masih jahat, tetapi selama tinggal bersama Jenny, ia perlahan melunak dan benar-benar memiliki perasaan padanya. Ia tetap berteman dengan Jenny, dan mereka perlahan mulai memiliki perasaan terhadap satu sama lain. Namun Jenny harus merahasiakannya karena ibunya membuatnya berpikir ia jahat. Sementara itu, seorang mantan lama ibu nya datang ke kota, tetapi semuanya berantakan. Bahkan untuk putrinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • The Character Who Was Meant to Die
  • Heir Without Blood
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Married Secret (Fattqeel)
  • SWITCH
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • Help, I'm a Zombie!
  • Force to Marry the Devil

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines