The Devil's Prey

The Devil's Prey

  • WpView
    Reads 581
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
Seorang wanita tampak menyembunyikan wajahnya di sela kakinya sembari meringkuk ketakutan di sudut ruangan. Rasa trauma nya dulu kembali menyerang membuatnya di liputi rasa ketakutan yang begitu besar. Suara ketukan sepatu terdengar membuatnya semakin menyembunyikan wajahnya dan perlahan pintu terbuka menimbulkan bunyi yang memecah keheningan di kegelapan ruangan yang begitu sunyi. "Kau bersembunyi disini teryata. Mon amour," suara berat yang mendominasi membuat perasaan takut semakin jadi. "Kau hanya boleh takut padaku. Bukan yang lain. Aku sangat membencinya sampai rasanya, aku ingin menghancurkan semua hal di depan ku," langkahnya semakin dekat dan berhenti di depan sang wanita. Ia pun menarik dagu wanita itu dengan pelan terlihat mata yang begitu sembab dan ketakutan besar yang terlihat di matanya. "Kau suka mawar? Ingin melihatnya amour?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita (Proses Revisi)
  • HIS LILY HIS LIES
  • Kesempatan Kedua Heraya
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Almost Married (END)
  • Beautiful Pain
  • Silent Traces by the Sea
  • Mr. CEO, Stop Being My Enemy! (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • NINGRUM

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu". "Kita fasih mendesah dalam gelap, tetapi bisu soal cinta dalam terang. Dan cemburu adalah satu-satunya bahasa jujur yang akhirnya berani kita ucapkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines