ARS-TECHNIA

ARS-TECHNIA

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 3, 2025
Setelah perang otomatis memusnahkan tanah kelahirannya, seorang bocah bernama Elias tumbuh di Program Helion sebuah laboratorium pendidikan yang memperlakukan anak-anak jenius sebagai alat, bukan manusia. Trauma dan kecerdasannya membentuk keyakinan tunggal penderitaan manusia bukan kecelakaan, melainkan sifat bawaan peradaban. Saat meneliti energi kosmik dan skala Kardashev, Elias menemukan celah aneh dalam struktur alam semesta. Penelusurannya membuka jejak Architects, peradaban Tipe V yang mengawasi dunia-dunia dan melakukan Reset ketika sebuah spesies berkembang terlalu cepat. Ketika bumi mendekati Tipe III dan Architects memulai Reset, Elias tidak melihat ancaman-melainkan konfirmasi. Menurutnya, manusia tidak layak melangkah lebih jauh. Dengan teknologi Ars-Technia, ia mengambil alih proses itu dan memaksa dunia menuju akhir versinya sendiri. Ini bukan kisah penyelamatan. Ini tentang seseorang yang memutuskan bahwa masa depan lebih aman tanpa manusia
All Rights Reserved
#789
genius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Detektif Kriminal Negara Tahun 1990 (Part 1)
  • Transmigrasi Cepat: Teratai Putih Kembali Populer
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Murid Sialan
  • Male lead Antagonist
  • I Am In Novel?!!

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines