Jerit dalam Jerat

Jerit dalam Jerat

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 22, 2026
Rahel seorang wanita peminat seni sejak kecil harus menjalani kehidupan yang tak sesuai keinginannya, belajar keras tentang dunia bisnis untuk melanjutkan perusahaan sang ayah membuat dirinya jengah akan hidup. Ribuan kata terlontar sia-sia meyakini ayahnya bahwa dirinya memegang banyak potensi dari sebuah kuas dan kanvas, namun ia tetap saja terikat dengan angka dan istilah asing yang tak pernah dimengerti. Tak sedikit usahanya yang gagal untuk memahami semuanya bahkan sudah mengerahkan segala cara agar menjadi unggul, hasilnya tetap di bawah rata-rata. Berada di tengah kebingungan, mundur membuang yang dimiliki atau terus maju melangkah di atas duri, Rahel hampir membunuh harapannya yang sudah tumbuh sedari dini. Hingga akhirnya ia bertemu dengan laki-laki sederhana yang ternyata membawa kembali jati dirinya, membangkitkan semangat hidupnya dengan sebuah pensil dan kertas usang di tangan kurus miliknya. Apakah dia seseorang yang Tuhan kirim pada Rahel untuk menolong dirinya? Untuk terbebas dari lingkaran sempit padat angka dan berlari ke ruang luas penuh warna. REEF, 2026
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines