Dendam Sang Raja

Dendam Sang Raja

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Dec 3, 2025
bawah langit Edernie yang kelam dan selalu bersalju, seorang raja duduk di takhta yang terlalu dingin baginya. Caspian Valthorne, lelaki berusia dua puluh tiga tahun dengan mata biru es dan hati yang terbakar abadi, menyimpan dendam sepuluh tahun seperti bara di tulangnya. Ia membenci Darius Valeric hingga ke akar napasnya, namun bukannya menebas leher pengkhianat itu, ia memilih cara yang lebih kejam: merenggut putri satu-satunya, Seraphina Aurora Valeric, dan menjadikannya ratu di sisinya. Seraphina, gadis berusia delapan belas tahun dengan rambut pirang laksana sinar matahari yang lupa bersinar di utara, dan tubuh yang terukir sempurna bagaikan patung dewi yang jatuh ke dunia fana, adalah keindahan yang tak pernah meminta untuk dilihat. Setiap lekuknya adalah godaan tanpa suara, setiap tarikan napasnya adalah undangan yang tak pernah ia ucapkan. Caspian membencinya dengan seluruh jiwanya, namun setiap malam ia terbangun dengan nama gadis itu terbakar di lidahnya, dengan bayang tubuh itu menari di balik kelopak matanya yang tertutup. Ia ingin menghancurkannya, meremukkannya, membuatnya menangis hingga tak ada lagi air mata, karena hanya dengan begitu dendamnya akan terasa cukup. Pernikahan paksa mereka menjadi saksi dendam Caspian yang semakin menjadi-jadi, akankah hati yang dingin bisa menjadi luruh lagi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • The Villain Mother
  • My Celestia [ON GOING]
  • Hello, KKN!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Be My Wife
  • Pawang Hantu Om Aktor

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines