Sejak bertemu Sean, hidupku berubah menjadi teka-teki yang manis sekaligus berbahaya. Ia selalu muncul pada waktu yang tepat-terlalu tepat.
Kadang sebagai penyelamat, kadang hanya sebagai bayangan yang memperhatikanku dari jauh, seolah takut aku menghilang jika ia berkedip.
Perhatiannya hangat, hampir lembut... namun ada sesuatu di tatapannya yang tidak bisa kujelaskan. Bukan ancaman-lebih seperti seseorang yang memikul rahasia yang tidak boleh lepas.
Rumah tempat aku tinggal kini tak lagi terasa seperti rumah. Dalam beberapa minggu terakhir, tiga pelayan ditemukan meninggal-tanpa luka, tanpa suara, seolah seluruh darah hilang dari tubuh mereka. Tidak ada yang tahu apa penyebabnya, tapi sejak kejadian itu, suasana di rumah berubah.
Di malam-malam tertentu, aku mendengar bisikan samar dari balik dinding, seperti seseorang sedang membaca doa yang tidak pernah diajarkan di mana pun. Lantai lorong mansion terkadang terasa berdenyut seolah hidup, seolah menarik napas ketika aku melintasinya.
Dan setiap kali suara-suara itu muncul, sebuah simbol yang belum pernah kulihat sebelumnya seolah terukir lebih dalam di sudut-sudut rumah-simbol yang membuat bulu kudukku berdiri tanpa alasan.
Sean tidak pernah menjelaskan apa pun. Ia hanya semakin sering muncul, semakin sering mengawasi, semakin sulit kubaca. Entah ia melindungiku dari sesuatu... atau menahanku agar tidak menemukan sesuatu.
Namun setelah aku mengetahui apa yang benar-benar terjadi, aku tak tahu mana yang lebih menakutkan-kebenaran itu sendiri, atau kenyataan bahwa sebagian diriku sudah menduganya sejak awal.
"Talk to me, Sienna. Or I'll crash this car just to see you run to me."
James Sterling menginginkan dua hal: Kemenangan dunia, dan Sienna Vance. Dan James adalah tipe pria yang rela membakar seluruh sirkuit-dan dirinya sendiri-hanya untuk memastikan tidak ada orang lain yang bisa menyentuh miliknya.
Warning: This is not a fairytale. This is a collision course.
▬▬▬▬ [A CORTIS ALTERNATIVE UNIVERSE // F1 THEMED]