AKSARA DAJUNA RESPATI

AKSARA DAJUNA RESPATI

  • WpView
    Reads 296
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 16, 2025
sekarang mereka telah sampai didepan rumah aruna. gadis itupun bilang kalau ia akan memanjat karna pagarnya sudah dikunci. "gue manjat" ucap aruna pada aksa "lo bisa?" tanya aksa memastikan. "gue bisa kok" saat hendak pergi tangan aruna pun ditahan oleh aksa. "mulai sekarang kita berteman kan?" aruna pun tersenyum kearah aksa dan menjawab pertanyaan lelaki itu "iyaa, sa" "gue boleh panggil lo sa?" karna menurutnya aneh jika harus memanggil kak. "boleh" aksa pun mengiyakan hal tersebut. dalam sepersekian detik kini tubuh kecil aruna sudah dengan mantap didekap oleh aksa 𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯 begitu pikiran mereka berdua. "S-sa l-lo kenapa?" tanya aruna tetapi ia tak meronta didalam dekapan aksa gadis itu merasa aman dan nyaman. "sebentar aja ya na?" itulah kata kata yang keluar dari mulut aksa setelah itu aksa menguatkan dekapannya. aruna pun membalas pelukan tersebut. rasanya nyaman dan hangat aruna suka sangat suka perempuan itu pun sekarang bisa dengan samar samar mendengarkan detak jantung aksa. aksa merasa sangat tenang saat ini terakhir kali ia merasa seperti ini saat dipeluk oleh ibunya ternyata betul aruna lah orang yang bisa membebaskan aksa dari semua rasa bersalahnya. 𝘭𝘰 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘢, 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘭𝘰 !!WARNING!! BERASAL PURE DARI IDE AUTHOR SENDIRI JADI UNTUK PLAGIAT DAN SEMACAMNYA DIMOHON MENJAUH. MAAF JUGA KALO ADA KESAMAAN CERITA ATAU SEJENISNYA KARNA INI PURE DAN MURNI HASIL MIKIR KERAS AUTHOR. TERIMAKASIH
All Rights Reserved
#433
aruna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines