Tidak Semua rumah Itu Nyaman

Tidak Semua rumah Itu Nyaman

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 12, 2025
Nayla selalu percaya bahwa rumah adalah tempat paling aman. Namun, semua berubah ketika ayahnya pulang dari luar kota dan membawa pulang sifat baru yang penuh emosi. Ibu semakin diam, adiknya semakin takut, dan Nayla merasa rumahnya berubah menjadi ruang yang sempit dan mencekik. Di sekolah, Nayla terlihat ceria, tetapi di dalam hati ia terus menyimpan luka yang tak berani ia tunjukkan pada siapa pun. Ketika ia bertemu Ardan-teman sekelas yang memiliki luka serupa-Nayla mulai menyadari bahwa terkadang keluarga bukan sekadar hubungan darah, namun tempat di mana hati akhirnya bisa bernafas. Namun ketika konflik di rumah makin memburuk, Nayla harus memilih: tetap bertahan dan hancur perlahan, atau melangkah pergi untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#5
kekerasandalamrumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines