Sagara Al zidan

Sagara Al zidan

  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    CapΓ­tulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, fev 13, 2026
WpInfo
FicΓ§Γ£o
Romance
𝑨𝒑𝒂 π’šπ’‚π’π’ˆ π’”π’†π’ƒπ’†π’π’‚π’“π’π’šπ’‚ π’…π’Šπ’„π’‚π’“π’Š π’”π’†π’π’“π’‚π’π’ˆ π’‘π’“π’Šπ’‚? π΄π‘π‘Žπ‘˜π‘Žβ„Ž π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›, π‘˜π‘Žπ‘ π‘–β„Ž π‘ π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘›π‘”, π‘˜π‘’π‘™π‘’π‘šπ‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘›, π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ π‘π‘Žπ‘˜π‘’π‘‘ π‘™π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘›π‘Ž? π΅π‘Žπ‘”π‘– π‘†π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž, π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž π‘˜π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘Ž 𝑖𝑑𝑒 π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘˜ π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘Ÿπ‘‘π‘–. πΎπ‘’β„Žπ‘Žπ‘‘π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘› 𝐷𝑀𝑖 π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘π‘›π‘¦π‘Ž π‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›, π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘–π‘›π‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘šπ‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘›π‘¦π‘’π‘šπ‘π‘’β„Žπ‘Žπ‘›. 𝐷𝑖 π‘ π‘Žπ‘šπ‘π‘–π‘›π‘” 𝐷𝑀𝑖 π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘ π‘–π‘“π‘Žπ‘‘π‘›π‘¦π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘’π‘šπ‘π‘’π‘‘, π‘π‘Žπ‘–π‘˜ β„Žπ‘Žπ‘‘π‘–, π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘›π‘’β„Ž π‘‘π‘Žπ‘€π‘Ž π‘™π‘’π‘˜π‘Ž π‘šπ‘Žπ‘ π‘Ž π‘™π‘Žπ‘™π‘’ π‘†π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘™π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘π‘Žπ‘‘π‘–. πΌπ‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘šπ‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘˜π‘‘π‘– π‘›π‘¦π‘Žπ‘‘π‘Ž: π‘π‘Žβ„Žπ‘€π‘Ž π‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘ π‘™π‘’π‘˜π‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘–π‘™π‘–π‘˜π‘– π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Ž, π‘‘π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘›π‘¦π‘’π‘šπ‘Žπ‘› π‘π‘–π‘ π‘Ž π‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘™π‘– β„Žπ‘Žπ‘‘π‘–π‘Ÿ, β„Žπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘π‘’π‘‘π‘’β„Ž π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’. πΌπ‘›π‘–π‘™π‘Žβ„Ž π‘˜π‘–π‘ π‘Žβ„Ž π‘†π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘‘π‘Žπ‘› 𝐷𝑀𝑖, π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘›π‘” π‘—π‘–π‘€π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘šπ‘’ π‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘—π‘Ž
Todos os Direitos Reservados
#481
pertemuan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histΓ³rias do mundoTenha recomendaΓ§Γ΅es personalizadas, guarde as suas histΓ³rias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez vocΓͺ tambΓ©m goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de ConteΓΊdo