Love of The shadows

Love of The shadows

  • WpView
    Membaca 313
  • WpVote
    Vote 43
  • WpPart
    Bab 28
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Feb 4, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Sepuluh tahun 𝘭𝘢𝘭𝘶. Sepuluh tahun lalu, Barry adalah cinta pertama Kania-dan juga kesalahan terbesarnya. Ia mengajarkan Kania bagaimana rasanya jatuh cinta, lalu menghancurkannya tanpa peringatan. Pergi dengan janji-janji kosong, meninggalkan luka yang Kania butuh waktu bertahun-tahun untuk sembuhkan. Kini, setelah satu dekade berlalu, Barry kembali. Lebih dewasa, lebih berani, namun tetap membawa aroma masa lalu yang sama. Ia mengajak Kania mengulang kisah mereka-menghidupkan kembali mimpi yang dulu gagal mereka capai. Bersamanya, Kania kembali merasa muda, ceroboh, dan rapuh oleh kenangan. Di sisi lain, ada Alaric. Mentor sekaligus atasannya-pria tenang, rasional, dan nyaris tak pernah melibatkan perasaan dalam hidupnya. Alaric tidak menawarkan janji manis atau nostalgia. Ia menawarkan realita: kestabilan, kejujuran, dan masa depan yang bisa dipertanggungjawabkan. Pendekatannya halus, nyaris tak terlihat, namun konsisten-seolah memberi Kania ruang untuk memilih tanpa tekanan. Terjebak di antara Barry yang adalah mimpi lama dan Alaric yang adalah kenyataan pahit-manis, Kania dihadapkan pada satu pertanyaan: apakah cinta harus selalu terasa seperti api, atau justru seperti cahaya yang tetap menyala meski angin datang? Dalam permainan perasaan, luka lama, dan pilihan dewasa, Kania belajar bahwa tidak semua cinta layak diperjuangkan kembali-dan tidak semua ketenangan berarti tanpa rasa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan