"Berjalan menelusuri waktu yang entah kapan akan berakhir. Kehidupan ini sungguh perih ketika semua yang kucintai pergi. Keluarga & cinta pergi dari ku secara bersamaan. Apa salahku Tuhan?" Ucap seorang pria didalam hatinya.
Kejadian yang menimpanya selama ini sedikit banyak mengubah pola pikirnya terhadap seseorang bahkan membuatnya menjadi seorang pria yang kasar, mudah marah & emosian serta membuatnya untuk tidak percaya lagi dengan yang namanya "CINTA". Apakah waktu dapat mengubah sikapnya? Adakah seorang wanita yang mampu membuatnya percaya kembali dengan yang namanya "CINTA"? Tunggu saja kelanjutan ceritnya :)
Cast:
Galang Harun : ganteng, tajir, pintar, lucu, jago olahraga, banyak di sukai wanita, sahabat ken, pacarnya tania
Ken Pratama : ganteng, tajir, lucu, pacar liora & sahabat galang
Thea Poland : cantik, kalem, baik, pinter, berasal dari ekeluarga yang sederhana, jago bela diri, banyak disukai pria
Tania Virga : cantik, jutek, kasar, egois, tajir, pacarnya galang
Liora Joan : cantik, rada-rada lemot, baik, tajir, pacarnya ken & sahabanya Thea
Enjoy guys :)
Maaf kalau jelek soalnya baru balajar.
DILARANG MENGKOPI KATA-KATA TANPA IZIN DARI PENGARANG CERITA!
TIAP HARI UPDATE KECUALI LAGI GAK MOOD🎧
Namanya juga anak desa, bermimpi setinggi langit sudah biasa terjadi. Apalah harapan anak desa selain bisa keluar merantau dan menempuh masa depannya. Berdiam diri di desa memang terjamin dengan segala kebutuhan untuk hidup, tapi tidak dengan isi kantong. Jalan satu-satunya adalah merantau, kuliah, bekerja, barulah isi kantong akan terisi. Lebih kurangnya begitulah jalan pikiran Briel, anak sepasang petani. Jalan pikiran itu bukan cuma angan-angan saja, tapi benar-benar terjadi. Malah adiknya Relis juga sejalan dengan pikiran Briel itu, tidak mau seperti kebanyakan tetangganya yang memilih memperoleh keturunan.
Briel, Frans, dan Relis. Sekampung juga tahu nama itu, Briel dan Frans sudah tidak dipertanyakan lagi. Nama itu selalu ada dalam berita koran pagi para tetangga. Khususnya para ibu-ibu desa yang kekurangan urusan. Kalau tidak berperang dengan tetangga sebelah, kedua anak inilah yang jadi sasaran mentah-mentah mereka di pagi hari. Tidak salah juga di sebut desa Texas, belum lagi bapak-bapak yang kalau minum bawahannya rese mulu. Tiap tahun pasti ada saja korban penikaman. Bahaya betul. Karena itu, Briel beserta dengan temannya berpetualangan ke kota. Kata orang-orang di kota, minimal injak aspalnya saja. Tapi tidak bagi Briel dan temannya, ia harus berkeliling di kota. Memperbanyak wawasan di kota ya sekalipun Briel pemalas. Tapi apakah malas bisa diubah? Tentu saja, siapa bilang tidak. Yakin dan punya tekad adalah kuncinya.
Briel dengan tekad yang kuat ingin mengubah sejarah di desanya. Ia ingin bahwa anak petani dari Desa juga bisa menjadi seorang yang sukses. Ia ingin tetangganya melihat bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi selagi ada usaha dan berani memulai.
Selengkapnya...