Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
a child who keeps his promise

a child who keeps his promise

  • WpView
    Leituras 206
  • WpVote
    Votos 77
  • WpPart
    Capítulos 36
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jun 9, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Enemies to Lovers
Ensino Médio
Slow Burn
Gaby, yang dulunya hanya seorang anak kecil, kini dia sudah menjalani kehidupannya dengan masa masa remaja, bersama teman temannya. Dia juga masih mencari cari dimana anak laki laki yang seumuran dengannya untuk sebuah janji mereka berdua saat masih kecil. BY THE WAY, ITU COVERNYA AKU MASIH AMBIL DI PIN YA GYUS 😽😽
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Clause of Us
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • ONESHOOT 21+
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Silent Traces by the Sea
  • Círculo del Destino
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo