Surat terakhir yang tenggelam

Surat terakhir yang tenggelam

  • WpView
    LECTURES 1,791
  • WpVote
    Votes 1,099
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., janv. 15, 2026
∘˙•✩ Sebuah kenangan yang masih tersimpan rapi di buku harian tua. Aruna hanya ingin kedamaian, tapi putrinya, Nata, menemukan 'hantu' di masa lalu Aruna: nama Kelian Arnav Liyanta di sebuah yearbook usang. Kelian adalah berandal yang keras kepala, perokok di toilet sekolah, sekaligus saingan Aruna di perpustakaan. Pertemuan mereka selalu diawali dengan ejekan dan diakhiri dengan tawa tersembunyi. Dari benci ke cinta, hubungan remaja mereka terjalin di antara tumpukan buku dan pelanggaran peraturan. Namun, kisah itu tidak berakhir bahagia. Sekarang, setiap kali Aruna menyebut nama Kelian, ada sesak yang mencekiknya. Apa yang terjadi pada pemuda berandal dengan senyum indah itu? Dan mampukah Aruna menyelesaikan ceritanya tanpa membiarkan masa lalu yang pedih itu ikut menenggelamkan dirinya dan Nata? ────* ੈ✩‧₊˚* ──── ⚠️ plagiat tidak ada tempat disini, kecuali kamu ingin jadi bahan tertawaan #IZINN!! inspiration by : drama korea twenty five - twenty one ╰┈➤ kejadian di cerita berasal dari imajinasi, tidak ada hubungannya dengan dunia nyata. [song idea: american pie-Don McLean] disclaimer: mohon maaf apa bila ada kesamaan nama karakter, alur, dll itu literally TIDAK SENGAJA. 🌊 tanya-tanya boleh ke wall ya-!
Tous Droits Réservés
#552
mistery
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu