Hi, Gibran (On going)

Hi, Gibran (On going)

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 13, 2026
"Dia adalah keanggunan dari sebuah nama-yang tanpa kusadari mampu membuatku terlena. Senyuman yang jarang sekali tampak justru membuatku terbius asmara. Ketampanannya sanggup membungkam suaraku hingga hanya atma yang berbicara. Kamu. Kehadiranmu selalu mengingatkanku bahwa duniaku pernah ada." Begitulah tulisan Daisy-gadis dengan jepit rambut berbentuk bunga daisy-pada buku diari berwarna lilac kesayangannya. ❀⋆.ೃ࿔*:・°❀ "Kamu tau apa hal paling memuakkan di dunia?" ujar seorang pria tampan dengan kalimat panjang pertamanya. "Ketika kamu dipaksa memahami orang lain, tapi harus mengesampingkan perasaanmu sendiri, hanya demi menjaga perasaan yang bahkan bukan tanggung jawabmu." ❀°❀°❀ Ya. Gibran dan Daisy. Dua tokoh utama yang berdiri sejajar-bagai seorang pangeran dan putri kerajaan. Namun, sanggupkah takdir menyatukan dua hati yang sama-sama menyimpan kekelaman dan kebisuan?
All Rights Reserved
#42
kagum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines