NOUVELLE PAGE-Lembar Terakhir

NOUVELLE PAGE-Lembar Terakhir

  • WpView
    Прочтений 180
  • WpVote
    Голосов 24
  • WpPart
    Частей 2
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, дек. 9, 2025
[ On Going] [Fanfiction] "𝐾𝑎𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎, 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑖𝑡𝑢 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑢𝑙𝑎𝑖 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝. 𝑀𝑒𝑙𝑒𝑝𝑎𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑔, 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑙𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔, 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑢𝑘𝑎 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑢." Ini bukan tentang penderitaan, apa lagi Tahun Baru, tetapi ini adalah kisah tentang bagaimana semesta memisahkan separuh jiwa dari jiwa yang lain, meninggalkan raga tanpa kehangatan, menyentak jiwa menyatu dengan kenangan tanpa kata perpisahan. Waktu boleh berlalu, namun tidak dengan luka dan kenangannya. Sejuta luka dan tangis tak akan mampu dibendung dalam waktu singkat setelah merasa mati tanpa dibunuh. Luka tak akan sembuh bila obatnya tak pernah ditemukan, namun luka akan bertambah jika semesta meminta. Pilar tak akan pernah kokoh tanpa penyangga. Penyangga tak akan ada arti tanpa pilar yang berdiri kokoh. Lantas, bagaimana cara Penyangga dan Pilar ini untuk tetap bersama sebagai penopang sebuah bangunan? Halilintar as 𝐇𝐚𝐥𝐢𝐧𝐝𝐫𝐚 Taufan as 𝐓𝐚𝐫𝐚𝐮𝐟𝐚𝐧 Gempa as 𝐆𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥𝐚 Start: 𝟘𝟟 𝔻𝕖𝕤𝕖𝕞𝕓𝕖𝕣 𝟚𝟘𝟚𝟝 Finish: ʚɞ 𝘊𝘰𝘭𝘭𝘢𝘣𝘰𝘳𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘉𝘰𝘰𝘬'𝘴 @reynalin20_ ʚɞ 𝘕𝘦𝘸 𝘠𝘦𝘢𝘳 𝘗𝘳𝘰𝘫𝘦𝘤𝘵 '𝐍𝐎𝐔𝐕𝐄𝐋𝐋𝐄 𝐏𝐀𝐆𝐄' ʚɞ 𝘖𝘸𝘯𝘦𝘳 𝘊𝘰𝘭𝘭𝘢𝘣𝘰𝘳𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 @Icyyyatau ʚɞ 𝘖𝘧𝘧𝘪𝘤𝘪𝘢𝘭 𝘗𝘳𝘰𝘫𝘦𝘤𝘵 𝘢𝘤𝘤𝘰𝘶𝘯𝘵 @recyyygrp ❥ 𝘈𝘳𝘵 𝘣𝘺 : @Fuyuchino 𝘚𝘰𝘶𝘳𝘤𝘦: 𝘗𝘪
Все права сохранены
#731
duri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту