Eliano dan Javier

Eliano dan Javier

  • WpView
    Membaca 13,964
  • WpVote
    Vote 884
  • WpPart
    Bab 72
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 21, 2026
FOLLOW DULU SEBELUM BACA "Lo suka cewek, kan?" Eliano menatap Javier tanpa berkedip. "Iya. Dari dulu juga begitu." Javier tersenyum miring. "Tapi lo jatuhnya ke gue." "Eliano mendengus. "Gue nggak jatuh ke siapa-siapa." "Bohong." Javier mendekat, suaranya merendah. "Lo cuma takut ngaku." "Javier..." Eliano mundur selangkah. "Jangan maksa." "Gue nggak maksa," potong Javier cepat. "Gue cuma ngingetin. Perasaan lo udah keburu kebaca semua." Eliano menelan ludah, wajahnya memanas. "Lo halu."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#71
nomin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nanti Kita Cerita Tentang Kel.7 (KKN) | END
  • Simpanan No, Istri Sah Yes. (ongoing)
  • The King & The Doctor
  • Wifey? (END)
  • PREGNANT (DewTee)
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • Cupiditas Vitae
  • Given || Ju Jihoon
  • I Want to Live

Bagi Mahendra Raditya, mahasiswa perfeksionis dan kaku, KKN di Desa Sindangasih hanyalah kewajiban akademis yang harus diselesaikan secepat mungkin. Namun, rencana hidupnya yang tertata rapi seketika berantakan karena kehadiran Haikal Dirgantara-seksi Humas yang urakan, pecicilan, namun luar biasa mudah memikat hati seluruh warga desa. Bersama lima anggota lainnya yang memiliki karakter saling bertabrakan-Rendra si sekretaris julid, Cakra si anak sultan, Jevan si cowok kulkas, Nana yang kelewat soft, dan Jidan si maba raksasa-posko Kelompok 7 tak pernah sepi dari adu gengsi, kepanikan proker, hingga tawa di tengah malam. Di tengah tekanan mempersiapkan acara akbar 17 Agustus bersama warga desa, dinding rasionalitas Mahen perlahan runtuh. Interaksinya dengan Haikal memunculkan debaran asing dan rasa posesif yang mengacaukan logikanya. Ditambah dengan benih-benih cinta yang juga mekar di antara anggota posko lainnya, Kelompok 7 belajar bahwa KKN bukan hanya soal membangun desa, tapi juga tentang meruntuhkan ego dan berani jujur pada perasaan sendiri. Mampukah Mahen menyingkirkan gengsinya sebelum waktu pengabdian mereka habis?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan