JAM RAWAN
  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 31, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ada hubungan yang sudah berakhir, tapi tidak pernah benar-benar selesai. Untuk Rea, hubungan itu hidup dalam satu hal kecil: API TikTok streak yang ia dan mantannya, Taka, masih lanjutkan setiap hari tanpa pernah gagal. Mereka sudah lama putus. Tidak bertemu. Tidak saling kabar. Hanya... terus mengirim satu video, satu emoji, satu tanda bahwa mereka masih di sana-meski tidak lagi bersama. Setiap malam, tepat di jam rawan antara 01.00-03.00, Rea selalu terbangun. Bukan karena insomnia, bukan karena mimpi buruk. Tapi karena alarm hatinya sendiri: jam ketika ia harus mengirimkan API streak itu. Jam yang seharusnya jadi jam tidur, tapi berubah jadi ruang kecil tempat kenangan-kenangan lama menetes pelan. Rea tahu streak itu cuma fitur. Cuma kebiasaan. Cuma... sesuatu yang tidak penting. Tapi kalau memang tidak penting, kenapa Taka masih membalasnya? Kenapa tidak pernah terlewat? Kenapa setiap malam yang sepi, hanya nama Taka yang muncul paling pertama? Dan pada suatu malam, di jam rawan yang lebih sunyi dari biasanya, Taka mengirim sesuatu yang berbeda. Bukan API. Bukan video acak. Tapi satu pesan pendek: "Kamu masih bangun?"
All Rights Reserved
#7
apakabar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Círculo del Destino
  • EINSTEIN [END]
  • Sweetly Tied
  • The Mafia's Sinful Obsession

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines