Sangkar tuan karel

Sangkar tuan karel

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Kerel Justin Alveric. Seorang pembunuh bayaran, dimana malam itu ia terkapar lemas ditanah, nyawanya hampir tak terselamatkan jika gadis bernama. Zara seraphina edelweis, itu tidak datang menyelamatkannya. Tuhan masih berbaik hati pada karel. Semenjak hari itu kerel berjanji akan mencari dia, zara. Untuk membalas kebaikannya. Namun, suatu malam saat mereka dipertemukan kembali, zara melihat pria itu melakukan aksi membunuh seseorang didepan matanya sendiri. Dan dari pertemuan itu, karel memutuskan untuk menikahi zara. Meski ia tau zara benci terhadapnya. Lambat laun, perilaku hangat karel terhadap zara membuat gadis itu goyah, dan merasakan ada sesuatu dihatinya yang tidak bisa ia jelaskan menggunakan kata-kata. Sejak kecil zara selalu menginginkan keluarga yang cemara, keluarga yang hangat, keluarga yang saling support, saling jaga. Namun zara tidak pernah mendapatkan itu dari keluarganya, karena ibunya meninggal setelah melahirkan anak keduanya, sedangkan ayahnya seorang penjudi, dan sudah lama pergi entah kemana. Apa karel bisa mewujudkan keinginan sederhana zara untuk menciptakan keluarga yang cemara?
All Rights Reserved
#381
benci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines