Tiang yang Tak Rebah

Tiang yang Tak Rebah

  • WpView
    Reads 234
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Feb 6, 2026
PROLOG - LANGIT BANDUNG DAN PEREMPUAN YANG TAK PERNAH BENAR-BENAR REBAH Sore itu, langit Bandung terlihat seperti wajah seorang ibu, tenang di luar, namun menyimpan seribu rahasia yang tak pernah benar-benar bisa diceritakan. Awan berwarna abu keperakan bergerak pelan, seolah sedang menonton drama kecil yang berlangsung di rumah putih pudar di pinggir gang Mandala Atas. Angin membawa suara sandal anak-anak berlari, tawa riang, dan aroma gorengan dari warung Bu Ika di ujung gang. Tapi di rumah sederhana itu, ada hiruk pikuk lain, hiruk pikuk yang hanya dimengerti oleh mereka yang hidup sebagai orang tua. "Keisya, cuci tangan dulu ya, Sayang," suara Risa memecah sore. Lembut, tapi tegas, seperti suara yang sudah terlalu sering dipakai untuk menenangkan, memanggil, memarahi, dan membelai. Gadis kecil berambut panjang itu meletakkan tas sekolahnya di kursi kecil. "Tadi main sama Lala, Bunda!" katanya riang, sebelum berlari ke kamar mandi. Di pintu, Keyla berdiri dengan wajah kusut, pipi sedikit kotor, dan rambut acak-acakan akibat tidur siang di sekolah. "Bunda... tadi kakak rebutan mainan..." katanya dengan suara lirih yang hampir pecah. Risa mengulurkan tangan, meski kedua lengannya sibuk menggendong dua bayi kembar yang tertidur saling menempel. "Sini... peluk Bunda dulu. Kamu udah pulang. Udah nggak apa-apa." Keyla langsung memeluk pinggul Risa, mencari kehangatan yang tidak didapatnya di sekolah tadi. Dari luar, mungkin Risa hanya terlihat seperti ibu biasa. Tapi tidak ada yang benar-benar tahu: betapa sering ia menyembunyikan tangis, betapa sering ia menahan diri untuk tidak goyah, dan betapa sering ia harus menjadi tiang yang menahan rumah kecil itu agar tidak runtuh. Inilah kisah panjang tentang bagaimana seorang perempuan bertahan, bukan karena ia tidak punya pilihan, tapi karena cintanya jauh lebih besar dari lelah yang ia rasakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELION (bl)
  • Auto Save!
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • Secret Relationship
  • ELIAN ✓
  • Lysander Lowell De Villiers
  • desa kawitan [END]
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]

"papa! papa tau gak?! pelbedaan papa sama bintang?" "Tidak sayang, apa itu?" "Enggak ada bedanya sama sama indah dan enak di lihat, papa itu kayak bintang! indah! indah banget!" "Haha! tahu darimana kalimat itu sayang?" "Dali buku hehe! papa suka nggak?" "Hum, suka sayang." "Hihihi~ Lio love papa!" "papa lebih mencintaimu." ____ bxb!

More details
WpActionLinkContent Guidelines