The Elang's Possessive Shield

The Elang's Possessive Shield

  • WpView
    Reads 5,458
  • WpVote
    Votes 470
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2026
Seorang penguntit profesional bernama Araz Kadir Öztürk telah mengamati Gülseren, seorang mahasiswi seni yang manis, selama bertahun-tahun, mengetahui setiap detail kehidupannya. Pada suatu malam gala, Araz, dengan aura dominan, menggunakan pengetahuannya yang mendalam tentang Gülseren untuk menakutinya dan menegaskan bahwa gadis itu adalah "yang paling penting" baginya, membuat Gülseren merasa sangat tidak nyaman dan ketakutan. ​Beberapa hari kemudian, Araz merekayasa sebuah krisis kehormatan untuk keluarga Gülseren. Ia menyebarkan foto beresolusi tinggi dari malam gala yang menampakkan dirinya seolah mencium Gülseren secara intim di depan umum-sebuah skandal yang mengancam nama baik gadis itu. ​Saat keluarga Gülseren panik, Araz muncul dan menawarkan solusi tunggal: pernikahan kontrak. Dengan nada mutlak, Araz menyatakan bahwa ia akan menutupi skandal itu dengan mengakui foto tersebut sebagai momen pribadi mereka yang bocor, memaksa mereka menikah demi melindungi kehormatan Gülseren. Ia menegaskan, "Saya menginginkannya, dan saya mendapatkannya," menantang keluarga untuk memilih antara kehancuran nama baik Gülseren atau pernikahan dengannya. Namun, daddy Gülseren, Serkan Şahin, menolak menyerahkannya begitu saja dan memutuskan untuk melawan. Cover wattpad masih suka ganti-ganti ya soalnya cari yang cocok🙏🏻
All Rights Reserved
#345
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nabastala
  • Chosen Heart (End)
  • Living Together
  • Claimed
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • The Wrong Girl, The Right Love
  • Titli
  • IMPERIAL VOWS
  • ​The Director's Jurisdiction
  • Fiance in shadow
Nabastala

Di antara jarak yang sengaja diciptakan, dua jiwa saling berhadapan tanpa pernah benar-benar saling mendekat. Segalanya tampak tenang di permukaan, namun di baliknya rahasia perlahan saling bertabrakan. Batas mulai kabur. Kata-kata menjadi senjata. Dan sesuatu yang seharusnya tidak berarti justru semakin sulit diabaikan. Karena tidak semua yang tak tersentuh, benar-benar tidak memiliki kuasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines