I'AM HUNTERS ( END)

I'AM HUNTERS ( END)

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 12, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Tak ada yang tahu kapan gadis itu mulai ada. Ia hanya muncul-bersama kabut, darah yang mengering, dan nama ''Kalam'' yang tak pernah diucapkan dengan suara utuh. Matanya dingin, suaranya nyaris tak bergaung. Ia berburu bukan karena dendam, bukan pula karena iman. Ia bergerak sebab sesuatu yang mati di masa lalu menolak untuk benar-benar lenyap. Kalam adalah sejarah yang disobek lalu dijahit kembali dengan kegelapan. Di sanalah ia dilahirkan, dipatahkan, lalu dibiarkan hidup sebagai saksi yang seharusnya tak pernah selamat. Setiap buruannya runtuh, dunia bergetar pelan-seolah mengingat dosa lama. Dan ketika malam terasa terlalu sunyi, orang-orang mulai menyadari satu hal: 'yang diburu bukan hanya musuhnya... melainkan kebenaran terakhir tentang dirinya sendiri.'
All Rights Reserved
Series

Travel in Imaganery

  • Kays and Kala (End)
    48 parts
  • Teamo Mia More (End)
    27 parts
  • 52 parts
  • I'AM (NOT) TO BE VILLAIN (End)
    34 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • XAVIER : The Silent Guardian
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • Bukan Babysitter, Bung
  • Stuck Between The Pags
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Bukan Sembarang Figuran
  • AVISENA

Tampan, kekar, misterius, dan sedingin es. Xavier adalah definisi nyata dari seorang coolboy yang super irit bicara. Di balik ketenangannya yang tak mudah panik, dia menyimpan trauma mendalam akibat penculikan masa kecil yang merenggut keceriaannya. Xavier terbiasa melatih fisiknya secara ekstrem. Baginya, jika orang-orang yang dia sayangi terancam, dia akan maju bertaruh nyawa seorang diri tanpa berpikir panjang. Namun, Xavier lupa satu hal. Orang-orang di sekelilingnya justru jauh lebih protektif. Kakak, adik, hingga para sahabatnya siap berdiri menjadi "Benteng Hidup" demi menjaganya agar tak tersentuh oleh bahaya dunia luar. Saat musuh mulai mengintai dan mengincar titik lemahnya, seberapa jauh pertahanan es di hati Xavier akan mencair? Dan rahasia terbesar apa yang sebenarnya dia kunci rapat-rapat di balik tatapan matanya yang tajam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines