nothing can feel ME

nothing can feel ME

  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, dez 31, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
"Kalian bahkan gak pernah tanya kemauanku apa," kata gadis itu dengan lirih. Air matanya meleleh membasahi pipinya. "Karena kalian jahat! Gak pernah bisa memahami apa yang aku rasa. Sedangkan aku, aku selalu ingin bisa memahami apa yang sedang dirasakan orang di sekelilingku, bahkan orang yang gak ku kenal. Walaupun belum tentu aku bisa ngelakuin itu semua." "Aku menangis bukan karena sedih atau apapun itu, tetapi karena aku sudah lama tidak menangis. Aku mengasihi diriku yang tak seberuntung orang lain," batin gadis itu dalam hati. ***** Ini adalah kisah perjalanan hidup Nadin yang pelik. Nadin tak pernah bisa mengutarakan apa yang ia inginkan. Gadis itu selalu merasa ia takkan bisa seberuntung orang disekitarnya. Nadin merasa hidupnya tak adil, karena ia selalu dihakimi oleh keadaan. Semua gadis itu lakukan untuk memenuhi ekspektasi orang disekitarnya. Namun ia merasa tak ada yang bisa membuat dirinya merasa dihargai. Start: 31 Desember 2025 Selesai:
Todos os Direitos Reservados
#102
wattpadstory
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo