Sepuluh tahun lalu, Kanya Rattanakul, pewaris keluarga kaya Bangkok, dipaksa berpisah dari cinta pertamanya-gadis miskin bernama Phrao Nithiphan.
Cinta mereka berakhir dengan air mata, desakan keluarga, dan sebuah kepergian tanpa salam perpisahan.
Kini, setelah satu dekade hidup terpisah, Kanya kembali ke Thailand dengan hidup yang berantakan-tanpa harta, tanpa status, dan tanpa arah. Ia melamar pekerjaan sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan teknologi raksasa.
Ia tidak pernah menyangka CEO-nya adalah... Phrao.
Bukan lagi gadis miskin yang dulu ia peluk diam-diam di pinggir klong.
Phrao kini adalah wanita dewasa-dingin, dominan, memukau, berkuasa... dan menyimpan luka yang belum sembuh.
Pertemuan pertama mereka kembali penuh ketegangan.
Satu tatapan saja cukup untuk menghidupkan kembali:
🔥 Rindu yang mereka sembunyikan.
🔥 Amarah yang tidak pernah terucap.
🔥 Dan hasrat yang selama ini terkunci di dada.
Setiap kali Kanya berada di dekatnya, Phrao sengaja mendekat-terlalu dekat.
Nafasnya menyentuh kulit.
Tatapannya menyala seperti ingin membakar dendam sekaligus keinginan lama.
Hingga suatu malam, setelah argumen panas di ruang kerja, Phrao menarik Kanya mendekat, membisikkan:
> "Kalau kamu dulu bisa pergi tanpa pamit... sekarang coba pergi dariku."
Dan bibir mereka akhirnya bertemu-keras, marah, basah, penuh penyaluran rindu dan bantahan.
Ciuman yang membuat Kanya gemetar... dan Phrao hampir kehilangan kendali.
Namun ciuman itu juga membuka masa lalu yang belum selesai.
Apakah mereka akan menyembuhkan luka masing-masing...
atau malah saling menyakiti lagi?
Cinta lama. Dendam lama. Hasrat yang meledak saat bertemu kembali.
Sebuah kisah GL Thailand penuh drama keluarga, konflik status sosial, dan hubungan panas antara CEO dan mantan kekasih yang pernah dipisahkan.
All Rights Reserved