Hugs in the dark {Pondphuwin}

Hugs in the dark {Pondphuwin}

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 20, 2025
Dia tidak ingat siapa yang mulai duluan apakah Zen yang menarik Rio mendekat, atau Rio yang melangkah ke dalam lingkaran tangannya. Yang pasti, pada saat itu, semua jarak di antara mereka lenyap. Zen membungkus tangannya dengan erat di pinggang Rio, menyemprotkan bau wangi bunga mawar yang masih terjepit di salah satu tangannya ke udara. Tubuh Rio yang lembut menempel erat pada badannya yang lebih kokoh, dan dia bisa merasakan denyut jantung Rio yang kencang, menyelaraskan irama dengan denyut jantungnya sendiri yang berdebar tak terkontrol. Cahaya neon redup membuat bayangan mereka menyatu di dinding studio, seperti dua sosok yang tak bisa dipisahkan. Kulit Rio terasa hangat meskipun udara di ruangan sejuk. Zen menekan wajahnya ke leher Rio, mencium bau wangi rambutnya yang segar seperti bunga segar setelah hujan. Dia merasa seolah-olah semua beban di pundaknya- urusan klan, tekanan dari ayahnya, kegelapan yang selalu mengikutinya - tiba-tiba hilang, digantikan oleh rasa tenang yang dia tidak rasakan selama bertahun-tahun. Rio juga memeluknya dengan erat, jari-jarinya meraba-raba rambut Zen yang kaku, memberikan sentuhan lembut yang membuat tulang punggung Zen merinding dengan kebahagiaan. Dia meresapi bau semak dan minyak wangi Zen yang khas bau dunia yang berbeda, tapi sekarang terasa seperti tempat tiba. Di luar, hujan masih tapi kedua men koikmati hujan yang membuat keduanya bahagia. "Jangan pernah pergi Rio". Zen " Tidak aku tidak akan pergi kita akan selalu bersama Zen". Rio Halo gassy ini cerita baru aku lagi yaitu cerita pondphuwin karena pondphuwin cp favorit aku. Cerita ini murni imajinasi aku ya gassy karakter hanya meminjam ya gassy jangan lupa follow aku , vote,dan komen ya.
All Rights Reserved
#357
pondphuwin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines