BENANG MERAH

BENANG MERAH

  • WpView
    Reads 1,577
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 28, 2026
WpInfo
Fanfic
"Namaku Ali Ghazali, usiaku 17 tahun. Sebuah kepercayaan yang menurutku gila untuk dipercayai, ternyata benar-benar terjadi pada kehidupanku." Pernahkah kamu mendengar istilah Red String Theory? Seutas benang merah yang dipercaya mampu menghubungkan kedua orang yang kelak akan bersama, benang yang tidak akan pernah terputus meski renggang atau kusut. Inilah kisah "Seutas Benang" yang dialami seorang Ali Ghazali.
All Rights Reserved
#108
alilicia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SLOW UP : Hobby (Alilicia)
  • Bayangan Pengkhianat M.A.T.A (Alilicia)
  • TETANGGA
  • Why You Save Me? [Ali X Alicia]「COMPLETED✓」
  • Kamu Duniaku (Alilicia) (END)
  • UNFORGETTABLE[EXO×BLACKPINK]✅
  • Ejen Ali Misi: Academy life
  • Bergema Sampai Selamanya (Alilicia)
  • EJEN ALI:BAYANGAN DI BALIK  PEDANG [END]
  • TETAP MENJAGAMU

"Lo naksir ya sama gue?" Kalimat asal bunyi yang keluar dari mulut lo itu entah kenapa bikin gue gelagapan dan bingung harus ngejawab pertanyaan yang terdengar simpel itu gimana. "Apaan sih lo? Siapa juga yang naksir," Balas gue dengan nada yang bener-bener berat. Senyum manis serta tawa ringan lo di malam itu benar-benar membekas di ingatan gue, malam di mana bulan bersinar terang di temani ribuan dan bahkan jutaan hingga milyaran bintang yang menjadi saksi bisu obrolan ringan kita berdua. "Ngaku aja kali!" Satu hal yang harus lo tau, gue beneran gelagapan mampus harus ngasih respon gimana. Gue pengen jujur dan bilang iya, tapi entah kenapa mulut gue berasa kekunci setelah telinga gue dengerin ucapan lo yang selanjutnya. "Jangan ya, gue gak mau bikin lo sakit hati. Dari pada gue harus liat lo sakit hati karena gue gak bisa ngebales perasaan lo, mending dari awal nggak usah 'kan?" Gue cuma bisa ketawa garing, bener-bener garing kaya bakwan yang biasa kita makan berdua di kantin. "Gak mungkin, orang yang gue suka bukan lo." Dia cuma ketawa nanggepin ucapan gue, tanpa dia sadari kalau gue udah terlalu jauh naruh perasaan tanpa bilang sama sekali. Ini cerita gue, seorang Ali Ghazali yang nyimpen rasa ke cewek yang gak sengaja gue tolong waktu doi pingsan pas upacara MPLS.

More details
WpActionLinkContent Guidelines