Journey Of Chaos

Journey Of Chaos

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2026
Menceritakan lika-liku kehidupan Adiyasa Mahendra, seorang duda yang mendapat mutasi ke desa pinggiran kota Cirebon. Berbarengan dengan keberangkatan haji kedua orang tuanya, terpaksa Yasa harus membawa serta Kanaya anak semata wayangnya untuk tinggal bersama dengannya di desa kecil yang jauh dari hiruk piruk kota. Mampukah Yasa membuat nyaman Kanaya yang biasanya semua perlengkapan sang anak disiapkan oleh mamanya. Pertemuan tidak sengaja dengan Namira, gadis desa yang baru beberapa bulan pulang dari kota perantauan. Akankah ada bumbu-bumbu percintaan?
All Rights Reserved
#991
metropop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Silent Traces by the Sea
  • My Quotes
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • OUR MERRIAGE
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • 𝐓𝐫𝐞𝐬𝐧𝐨 𝐒𝐥𝐢𝐫𝐚𝐦𝐮 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐰𝐚𝐬𝐞
  • Roti Manis
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines