Di dunia luas bernama Náhreska, tujuh wilayah besar pernah hidup berdampingan di bawah keseimbangan Cahaya dan Void. Setiap wilayah dipimpin oleh raja yang agung dan bijaksana, dan selama ratusan tahun seluruh ras Elf, Vampire, Warewolf, Manusia, Hobbit dan Dwarf-hidup rukun dalam kedamaian dan rasa peduli yang sangat tinggi.
Namun keseimbangan itu runtuh ketika bangsa Vampire dikuasai oleh keserakahan dan hasrat akan kekuasaan. Mereka memisahkan diri dari perjanjian kuno dan mulai mempelajari sihir gelap terlarang. Sebuah sihir yang terhubung dengan sosok legenda kelam, makhluk purba yang dahulu disegel melalui perjanjian keramat dan diyakini telah lenyap selamanya. Dengan kekuatan baru itu, Vampire membentuk aliansi rahasia dan memulai perang demi memperluas wilayah mereka.
Tindakan tersebut membangkitkan kemarahan para raja di seluruh Náhreska. Kepercayaan berubah menjadi kecurigaan, persahabatan menjadi kebencian. Fitnah dan manipulasi sihir kelam memperparah keadaan, hingga hubungan yang dulu erat antara Elf, Vampire, Warewolf, dan Manusia benar-benar hancur. Dunia kembali terpecah, dan perang tak terelakkan.
Di tengah kekacauan itu, tersisa satu-satunya harapan, empat Cincin Keseimbangan, artefak kuno yang hanya dapat diaktifkan oleh darah murni dari empat bangsa. Untuk mematahkan sihir gelap dan memulihkan dunia, keempat cincin itu harus disatukan kembali di tempat keramat bernama Void Lake, pusat pertemuan Cahaya dan kegelapan.
Dan di sinilah kisah tentang lima sekawan dimulai-lima jiwa dari ras berbeda, terikat oleh takdir dan harapan terakhir untuk mengembalikan keseimbangan Náhreska, sebelum dunia benar-benar tenggelam dalam kegelapan abadi.
Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya.
Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya.
Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film.
Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun.
Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri.
Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini.
Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana.
"Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin.
Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh?
"Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar.
Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu!
S: 19-12-2023
P: 27/01/24