Story cover for Brothers by eMikoe
Brothers
  • WpView
    LECTURES 24,346
  • WpVote
    Votes 2,051
  • WpPart
    Chapitres 12
  • WpView
    LECTURES 24,346
  • WpVote
    Votes 2,051
  • WpPart
    Chapitres 12
Terminé, Publié initialement mai 23, 2015
"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray.
  "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri.
  "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya.
  "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. 
  "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Brothers à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#735twin
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Capricorn, écrit par Baperterussss
11 chapitres En cours d'écriture
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
SHADOWS IN A VESSEL, écrit par jaevameovv
18 chapitres En cours d'écriture
Hayes tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir di pelukan orang yang paling ia cintai. Malam itu, saat ia dan kekasihnya melarikan diri dari seorang pria berbahaya yang terobsesi pada sang kekasih, Hayes sudah terluka parah. Tapi nasib lebih kejam-puing-puing ledakan dari rumah pria itu menghujam tubuhnya, meninggalkan luka fatal yang tak tertolong. Di detik terakhir hidupnya, ia merasa lega melihat kekasihnya selamat, namun ia tidak pernah menduga bahwa kematiannya hanyalah awal dari cerita baru. Ketika Hayes terbangun, ia mendapati dirinya berada di tubuh seorang anak laki-laki bernama Zeano, tokoh figuran yang nyaris tak disinggung dalam cerita aslinya dalam sebuah novel yang pernah ia baca. Zeano adalah seorang anak sulung yang memiliki kondisi kelainan kulit sejak ia lahir yang telah lama terpisah dari kedua orang tuanya. Sejak usia 1 tahun, Zeano hidup bersama nenek dan kakeknya yang penuh kasih. Mereka telah mengorbankan segalanya demi mencari obat untuk kondisi Zeano, bahkan hingga memohon bantuan dari dokter-dokter terbaik di dunia. Bagaimana Hayes akan menghadapi kehidupan barunya? Akankah ia memilih untuk mengubah takdir dunia novel tersebut, atau justru menyerah dan mengakhiri hidupnya untuk kedua kalinya? Ꮚ✿✿✿⁠✿⁠✿⁠✿⁠✿⁠✿⁠✿⁠✿⁠✿✿✿✿✿✿✿✿✿Ꮚ BACA DESKRIPSI DULU SEBELUM BACA CERITANYA!!! 1. Cerita ini saya ketik sesuai mood, jadi tidak menentu update nya 2. Cerita yang menurut saya klise yang bisa kalian temukan di cerita penulis² lainnya 3. Cerita ini langsung dari pabrik halu saya, jadi tolong hargai saya untuk tidak mencuri hasil karya saya <3 4. Terinspirasi boleh asal alurnya tidak plek ketiplek 5. Saya usahain sedikit luangin waktu buat ngetik cerita ini, kasih support dongg. Voment juseyooo Hepi riding oll ‼️🎀
Raga Arga  [Sudah Terbit], écrit par aksara_jiwa
54 chapitres Terminé
Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.
ADIKARA ELUSIF (END), écrit par blackcurrantbery
58 chapitres En cours d'écriture
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Bitter Is You || ✔ ||, écrit par WSkyelrachanun
29 chapitres Terminé
Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan
★BABY ZION★, écrit par vriska_91
38 chapitres En cours d'écriture
menceritakan seorang remaja nakal yang terjebak di dalam tubuh sang figuran kesukaan nya. ****** "Yeeeee... seneng nya aku~ eh tunggu dulu, zion kan anak nya cool, ehm hm" seketika ia merubah mimik wajahnya menjadi se dingin mungkin. ****** "gw penasaran sama muka lu kaya gimana zi, kali-kali napa liatin muka lu" ucapan sang teman yang membuat tubuh Zion terdiam, zion pun menatap matanya tajam "ga" ucap zion. ****** Zian adalah anak dari keluarga broken home. iya sama sekali tak mengharapkan kasih sayang dari kedua orang tua nya, kalo kata dia "selagi duit lancar gw ga butuh begituan" ucap nya, yang memang hati nya sudah beku untuk kedua orangtuanya. Zian senang membeli hal-hal yang berbau imajinasi seperti hal nya novel, komik, manga, dan banyak hal yang lain tak jarang iya menonton animasi yang menurutnya seru. pada hari itu Zian membeli satu novel yang menurutnya sangat amat dia suka, bukan karna ada protagonis yang kuat tapi karna ada figuran yang menurutnya keren, dia selalu berambisi untuk menjadi figuran itu tapi apalah daya, seorang Zian yang tak kuat terhadap bentakan membuatnya memikirkan banyak hal. ya inilah kisah seorang Zian bocah remaja yang ketakilan, tidak bisa diam, nangis terhadap semua jenis bentakan, nakal nya nauzubillah, tapi ia juga remaja yang lucu dengan sifat polosnya yang terkadang bikin orang sekitarnya menahan gemas. sedangkan Zion kembalikan nya, Zion adalah anak yang di sayang namun orang tuanya Yang sibuk aja, menjadikan zio anak yang kesepian, karna itulah sifat nya yang dingin dan cuek terbentuk, apakah sanggup seorang Zian menjadi Zion yang sifat dan sikap nya berbanding terbalik. • DI LARANG MENGCOPY KARYA ORANG LAIN • KOMENTAR YANG DI TERIMA HANYA HAL POSITIF • BUKAN CERITA GAY ATAU HOMO • KRITIK DAN SARAN DI TERIMA JIKA ITU MENUJU HAL YANG BAIK mohon bantuannya bila ada kesalahan, karna aku juga belum terlalu bisa. <⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠>
RAGARA [ on going ], écrit par zhraasxx
14 chapitres Terminé
Kata orang, memiliki saudara kembar itu menyenangkan. Memiliki teman saat ada dirumah, memiliki teman saat kesepian, memiliki teman bermain yang menyenangkan, kemana mana bersama dengan kembarannya & menghabiskan waktu bersama. Namun tidak bagi 2 kembar ini. Raga & Gara, saudara kembar yang memiliki sifat yang bertolak belakang satu sama lain. Mereka berbeda dengan kembaran yang lainnya, jika yang lainnya sangat akrab & dekat satu sama lain. Berbeda hal-nya dengan Raga & Gara. Mereka memang saudara kembar, namun keduanya serasa seperti orang asing yang tak mengenal satu sama lain. Selama kurang lebih 2 tahun membangun band bersama. Keduanya pun tetap terasa asing, meski mereka harus profesional, tapi tetap saja mereka tak pernah akur. Disaat keduanya hidup dengan urusannya masing masing, datanglah seorang gadis yang membuat masing masing mereka, berubah perlahan dan menaruh perasaan dihati mereka. Rinayya Cakrawangsa, gadis yang berhasil membuat sikembar R&G jatuh didalam perasaan mereka. ❝Gue gatau salah gue apa Ga, selama ini gue udah coba tahan sama kata-kata lo. Tapi sekarang lo udah kelewatan! Gue ini kakak lo Raga!❞ ─ Gara Adiyaksa ❝Lo gasadar Gar? Lo itu udah ngerebut semua kebahagian gue! Apa itu ga cukup buat lo?! Lo udah ambil Papa sama Mama! sekarang lo juga mau ambil cewe yang gue cinta?! Apa mau lo Gara?!❞ ─ Raga Adiyaksa ❝Kalau gue yang menyebabkan kalian terpecah kayak gini. Lebih baik, dari dulu gue ga muncul didalam kehidupan kalian.❞ ─ Rinayya Cakrawangsa Siapkah kamu menyelam kedalam cerita kehidupan mereka? Jika iya, maka aku akan membawamu menuju kisah cerita mereka. • • ┈┈┈┈ ๑ ⋅ ⋯ ୨ ୧ ⋯ ⋅ ๑ ┈┈┈┈ • • ⚠️ WARNING !! : harsh words, dan ada beberapa adegan kekerasan ( jadi mohon bijak sebagai pembaca ) HAPPY READING ALL && JANGAN LUPA BERI TANDA JEJAK YA ALL! LOAFSS 💗 n : don't plagia(t)rism! if you came just to copy my story, you better go
Another Twin Story [Variant], écrit par kincirmainan
13 chapitres Terminé Contenu pour adultes
Aku dan Zedd itu nggak kembar, ya! Kami cuma pernah serahim dan lahir hampir pada waktu yang bersamaan, tapi bukan kembar. Aku nggak sudi! Mom aja yang sering kasih kami baju yang sama, sepatu yang sama dan hal-hal lain yang bikin kami seperti kembar. Bahkan, waktu Zedd masih bayi, Dad dan Mom pernah hampir operasi itu tompel di muka Zedd supaya mukanya seragam sama muka aku yang semulus bayi. Untung nggak jadi. Phew! Tapi Mom suka nggak konsisten orangnya. Misalnya aja aku selalu disuruh samaan ama Zedd pake sepatu pantofel ke acara keluarga, tapi giliran aku mau pake wedges ke acara sekolah, Mom nggak kasih Zedd pake wedges. Kalau Zedd nggak pake wedges, it means, aku juga nggak boleh pake wedges. Sebab akan ngga kembar sama Zedd nanti. Keluarga ini ngga sayang aku! Aku benci. Zedd itu bayi Mars. Dia jorok, kasar, bego dan top. Tukang sodomi. Aku bayi dari surga. Yah kaya bayi-bayi kalau dari surga aja biasanya gimana. Itu aku. Anggun, manis dan agak sensitif. Sedikit, ya? Aku juga bisa kasar, lho. Terutama ke cowo-cowo yang suka ngegodain nggak jelas. Seolah-olah mentang-mentang aku bot, lalu aku bisa diajak ber-ikeh-ikeh kimochi like so easy. No way lah ya! Pantat aku cuma buat Jerome. Jerome itu siapa? Rahasia! Ini cerita bagian aku, Variant a.k.a Vairy a.k.a Ian a.k.a pacarnya Zayn Malik. Hihihi... Bukan a.k.a ANT ya! Aku bukan semut. You won't hate me, you will love me so read and be ready to fall in love. Yeay! ** Hai hai, ini cerita baru yang ditulis bareng sama @rendifebrian (https://www.wattpad.com/user/rendifebrian) Saya akan nulis bagian Variant dan RF akan mulis bagian si kembaran, Zedd. Supposed, kamu baca cerita bagian dia dulu, sebab chapter 1 nya ada di sana. Tapi kalau kamu lebih sayang sama saya daripada sama RF kamu boleh kok baca ini dulu, pasti tetep ngerti. Cuma habis itu, baca bagian rendi juga ya? Biar kamu nggak dihantui Zedd. Dia suka gitu anaknya! Oke? Love you! Enjoy my sweat and heartbeat _kincirmainan-
Queen And Her Devil Boy {Completed), écrit par Yui_Sya
32 chapitres Terminé
Cleo, si 'Ratu' kejam, tidak ada yang mampu menaklukannya. Baginya semua pria kecuali yang berguna baginya adalah kuman yang mengotori jalannya. Bahkan ayahnya pun, ia buat kalah dan menangis pada permainan yang ayahnya atur sendiri. Gadis bar bar yang tidak percaya cinta sampai Zealan, si bocah iblis masuk ke dalam hidupnya lagi dan menariknya dalam perjalanan roller coaster yang melelahkan, namun selalu membuat Cleo penasaran dan tidak bisa menolak. Cleo yang akhirnya mulai tergerak harus menelan pill pahit saat menemukan fakta kenapa zealan mengejarnya. ~🖤~ Kamu... sedikit manipulatif." Cleo memilih kalimatnya dengan hati-hati. Bukannya mengelak atau tersinggung, Zealan malah tersenyum. "Kenapa kakak bisa punya pikiran kaya gitu?" "Karena kamu buat aku berpikir kalau kamu.... Menyukaiku. Cleo hanya bisa menyelesaikan kalimatnya di dalam hati. "Aku apa?" Tanya Zealan dengan nada tenang namun matanya tidak bisa menutupi antusias yang ia rasakan. "Kamu bocah iblis!" Kata Cleo dengan geram. Raut wajah Zealan meredup dengan jawaban asal Cleo. Jelas dia menginginkan jawaban lain dari Cleo. "Bagaimana jika, apa yang kamu pikir itu benar? Apa yang kamu pikirkan tentang aku ke kamu itu benar?" Bisik Zealan di telinga Cleo. "Apa yang akan kamu lakukan, Cleopatra?" ~🖤~ "Kau membuktikan sesuatu padaku. Bahkan ada orang yang bisa lebih brengsek darinya." Suara Cleo bergetar. "Aku membencimu!" Kata Cleo sambil menggretakkan gigi saking geramnya. Satu tetes air mata Cleo mengalir dipipinya. "Lebih dari aku membencinya! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi!"
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 19
Transmigrasi Bunda  cover
Cinta Berbentuk Persegi [END] cover
Capricorn cover
SHADOWS IN A VESSEL cover
Forever Alone (Sudah Terbit)  cover
Raga Arga  [Sudah Terbit] cover
Whispers in the Blood cover
Transmigrated as twins cover
Become Baby Boy✓ cover
ADIKARA ELUSIF (END) cover
VANIA AND BOYS LOVE NOVEL! cover
Bitter Is You || ✔ || cover
★BABY ZION★ cover
RAGARA [ on going ] cover
Teacher Pet's : Brothership  cover
Another Twin Story [Variant] cover
K.I.T.A cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Queen And Her Devil Boy {Completed) cover

Transmigrasi Bunda

42 chapitres Terminé

'dongo, suami tolol. semoga anak anak ku ga ada yang kaya dia ya tuhan' batin Selene meringis. "begini rasanya didiemin" ucap Khalix. Leon tertawa melihat kondisi papanya. "makanya pa, ga belajar dari kejadian sebelumnya si" "diamlah bocah, itu juga salah bumbu doang" santai Khalix. "bumbu merosahkan yang bikin satu keluarga mules. baghu pak baghu" ucap Ghin. "lagian papa juga lupa kalo itu dari gudang, soalnya papa taro di meja dapur" Khalix bersandar di bangku dengan memejamkan matanya. "kocak, dia yang ngambil dia yang lupa" sindir Savier. "diam lu jones" sindir Khalix. ******** Selene selaku sang ibu yang bingung dengan keluarga apa yang ia dapatkan itu, suami ganteng-ganteng strees, Savier anak sulung pertama yang pinter tapi tukang ngegas, Ghin anak kedua yang pendiam tapi meresahkan, Leon anak ketiga yang cuek padahal tsundere, dan anak bungsu Anzio yang polos dan ceria. Selene beruntung ia masih ada Anzio yang polos, baik hati dan tidak sombong. sayang banyak-banyak pada Anzio