Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Lentera Asih: Merah Diatas Sutra

Lentera Asih: Merah Diatas Sutra

  • WpView
    LECTURES 665
  • WpVote
    Votes 306
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., févr. 20, 2026
WpInfo
Fiction
Historique
Mereka memanggilku noda. Buah dari rahim yang dianggap najis, lahir bukan sebagai anak, melainkan kesalahan yang berjalan. Namaku tak pernah penting, yang melekat hanyalah asal-usul. Seolah darah ibuku adalah dosa yang menurun tanpa ampun. Mereka membenci pelacur dengan mulut mereka, namun menghidupinya dengan tangan dan nafsu. Mereka berkata selalu ada jalan keluar, tapi pintu-pintu itu hanya terbuka bagi mereka yang tak pernah dikunci sejak awal. Ketika kami mencoba melangkah keluar, dunia justru mendorong kami kembali, lebih dalam ke lingkaran setan tanpa ujung. Tak ada yang ku inginkan selain kasih sayang ibu, ku kira kebaikan yang ku terima merupakan air susu yang ku nanti. Namun nyatanya tak lebih dari air tuba. Saat itu aku paham, bahwa memang sejak awal kebaikan berawal dari belas kasih yang berubah menjadi nafsu. Yang membuat ku menanggalkan tali sutra bersimpuh merah
Tous Droits Réservés
#209
kolonial
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Asmaranala
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental
  • Duchess of Valtor
  • ✅ SUAMI KAISAR
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri

Di awal kisah, aku dan kamu satu. Parasku itu parasmu. Ragaku serupa ragamu. Namun hidupmu ibarat jalan landai berhias ilalang, sedangkan hidupku layaknya tikungan curam terjal berbatu. Dirimu begelimang kasih, tapi diriku berbalut nestapa. Mudah untukmu, yang sulit jadi bagianku. Kamu beruntung, aku yang sial. Kenapa harus kamu, bukan aku? Memang apa kesalahanku? Salahkan jika kini aku ingin berada di posisimu? Saudariku, kumohon menghilanglah selamanya. PERHATIAN!!! Cerita ini seluruhnya FIKTIF belaka serta tidak terkait dengan sejarah kerajaan manapun walau kisah berlatar kerajaan masa lampau. Semua nama, tokoh, karakter, tempat, waktu, dan jalan cerita hanya rekaan demi kepentingan HIBURAN semata.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu