Aku Mencintai Umat Manusia

Aku Mencintai Umat Manusia

  • WpView
    Lectures 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., déc. 14, 2025
WpInfo
Fiction
Science-fiction
"Dunia tidak berakhir dengan jeritan, tapi dengan tepuk tangan." Ketika tanah mulai mencair dan menelan peradaban, Elian memimpin 17 kru teater dalam satu misi gila: menolak selamat di bunker yang dingin. Alih-alih lari, mereka memilih menggelar Tur Terakhir Umat Manusia. Dari kota yang runtuh hingga kamp pengungsian yang gelap, mereka mementaskan drama terakhir untuk menghibur jiwa-jiwa yang ketakutan. Karena jika kematian tak terhindarkan, setidaknya mereka akan menutup tirai semesta dengan keindahan, bukan keputusasaan.
Tous Droits Réservés
#670
kiamat
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Male lead Antagonist
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Murid Sialan
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • I Am In Novel?!!

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu