Emi Thasorn (27 tahun) tak pernah benar-benar melupakan masa kecilnya di sebuah desa tenang, tempat ia sering menghabiskan waktu bersama seorang gadis kecil yang selalu berisik, ceria, dan penuh rasa ingin tahu-Bonnie Pattraphus. Saat itu, usia mereka terpaut tujuh tahun, membuat hubungan mereka terasa seperti kakak dan adik kecil, penuh janji-janji polos dan tawa sederhana.
Bertahun-tahun kemudian, hidup membawa Emi jauh dari desa itu. Ia tumbuh menjadi pria pendiam yang terbiasa memendam perasaan, hingga suatu hari sebuah kotak tua dari rumah ibunya mengungkap sesuatu yang tak pernah ia baca: tumpukan surat kecil yang ditulis Bonnie saat masih kanak-kanak. Surat-surat itu berisi cerita hariannya, mimpi-mimpi kecil, dan satu hal yang tak pernah berubah - keinginannya untuk bertemu lagi dengan Emi.
Di sisi lain, Bonnie yang kini berusia 21 tahun tak pernah tahu apakah surat-surat itu pernah sampai. Ia menyimpan kenangan tentang Emi sebagai sosok yang mengajarinya membaca langit, mengikat tali sepatu, dan percaya pada dirinya sendiri.
Takdir mempertemukan mereka kembali melalui surat terakhir yang akhirnya terkirim. Namun, pertemuan itu tak sesederhana yang mereka bayangkan. Ada jarak usia, waktu, dan perasaan yang telah berubah. Kini mereka harus menghadapi satu pertanyaan terbesar dalam hidup mereka: apakah kenangan masa kecil cukup kuat untuk menyatukan dua orang yang telah tumbuh menjadi versi yang berbeda dari dirinya?
All Rights Reserved