Sera Zara Thanya dan Aiden Kayland Orion sudah bersahabat sejak zaman pensil 2B masih jadi senjata utama ujian. Semua orang mengira mereka pasangan. Nyatanya? Tidak. Sera terlalu dramatis, Aiden terlalu datar, dan keduanya terlalu nyaman untuk mengaku bahwa ada sesuatu yang lebih dari sekadar "teman lama".
Hubungan itu berjalan mulus-atau setidaknya stabil-hingga suatu hari Aiden mengumumkan aturan baru dalam hidup mereka: Waktu friendzone Sera tinggal seratus hari. Setelah itu, ia akan berhenti mengurus, menunggu, atau menyelamatkan Sera dari kekacauan harian yang entah kenapa selalu muncul.
Bagi Sera, keputusan itu adalah bencana nasional. Tanpa Aiden, ia bahkan kesulitan bangun pagi, memilih pakaian kuliah, atau sekadar ingat sarapan. Dan kehadiran cowok baru bernama Lio-yang terlalu tenang, terlalu misterius, dan terlalu menikmati kekacauan Sera-malah membuat segalanya semakin rumit.
Saat hari-hari mendekati "tanggal kedaluwarsa", Sera panik, Aiden tetap datar, Lio mulai mendekat, dan persahabatan mereka berubah menjadi serangkaian drama absurd, salah paham kocak, serta momen-momen yang tidak lagi bisa disebut sekadar "perhatian sahabat".
Di antara upaya Sera mempertahankan Aiden, kecemburuan yang tidak diakui, dan batasan yang tiba-tiba muncul, keduanya harus menjawab pertanyaan yang sama:
Apakah hubungan mereka memang takdirnya berakhir di friendzone? Atau justru tanggal kedaluwarsa itu adalah awal dari sesuatu yang lebih?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang