Story cover for Echoes In Grey by AlifeaDharmiel
Echoes In Grey
  • WpView
    LECTURAS 101
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 101
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado dic 08, 2025
Bagi Aeri Lysvara, segalanya bermula dari pertemuan ganjil di sebuah kafe. Sejak saat itu, Valemont tak lagi sama; pendar hijau misterius mulai mengikuti langkahnya, dan patung-patung sekolah seolah mulai mengawasi setiap rahasia yang ia simpan. Semuanya mencapai titik hancur ketika sebuah sabotase maut di malam Halloween ball menjadikan Aeri sebagai tersangka utama.

​Terjebak dalam fitnah keji, Aeri terpaksa menjalin aliansi dengan Kaiza satu-satunya orang yang tahu bahwa ada kekuatan di luar nalar yang sedang bermain.

 Di tengah pusaran ritual kuno, keserakahan, dan ancaman kematian, mereka harus mengungkap dalang di balik permainan ini sebelum sejarah kelam menelan mereka. Karena pada akhirnya, all questions lead to one answer.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Echoes In Grey a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#20darkacademy
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 7
Lentera Asih: Merah Diatas Sutra  cover
COCAINE & BLUE EYES cover
Beautiful Psychopath Extra [END] cover
Hello, Mr. Mafia! cover
Lembaran Biru  cover
Bisikan Cinta Keagungan Piramida (On Going) cover
Netra : The Untold Story cover

Lentera Asih: Merah Diatas Sutra

5 partes Continúa

Mereka memanggilku noda. Buah dari rahim yang dianggap najis, lahir bukan sebagai anak, melainkan kesalahan yang berjalan. Namaku tak pernah penting, yang melekat hanyalah asal-usul. Seolah darah ibuku adalah dosa yang menurun tanpa ampun. Mereka membenci pelacur dengan mulut mereka, namun menghidupinya dengan tangan dan nafsu. Mereka berkata selalu ada jalan keluar, tapi pintu-pintu itu hanya terbuka bagi mereka yang tak pernah dikunci sejak awal. Ketika kami mencoba melangkah keluar, dunia justru mendorong kami kembali, lebih dalam ke lingkaran setan tanpa ujung. Tak ada yang ku inginkan selain kasih sayang ibu, ku kira kebaikan yang ku terima merupakan air susu yang ku nanti. Namun nyatanya tak lebih dari air tuba. Saat itu aku paham, bahwa memang sejak awal kebaikan berawal dari belas kasih yang berubah menjadi nafsu. Yang membuat ku menanggalkan tali sutra bersimpuh merah