ALPHA
  • WpView
    Reads 357
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 4 hours ago
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Assassin and Espionage
War and Military
Psychological
Political Thriller with elements of Near-Present Dystopian Surveillance Noir Di tengah Jakarta yang dikunci pandemi, negara menemukan bentuk kekuasaan paling efisien: ketakutan yang dilegalkan. Di bawah status darurat nasional, sebuah instrumen bayangan bernama Otoritas tidak lagi membutuhkan senjata atau pengadilan. Informasi yang dianggap mengganggu stabilitas cukup dihapus bersama pembawanya. Gilang adalah salah satu alat paling efektif yang pernah mereka ciptakan. Dengan kode Alpha, ia bertahun-tahun menjalankan eksekusi administratif-memalsukan kematian, menghapus identitas, dan memastikan data yang salah tidak pernah sampai ke publik. Bagi sistem, ia bukan manusia, melainkan buffer: penyangga antara kebusukan struktural dan wajah resmi negara. Namun serangkaian target-seorang analis, seorang jurnalis, dan seorang mahasiswa-membuat satu kesalahan fatal dalam logika kepatuhan Gilang: mereka tidak bersenjata, tidak terorganisir, dan tidak berniat menggulingkan negara. Mereka hanya tahu terlalu banyak. Dari titik itu, Gilang mulai melakukan dosa terbesar dalam doktrin Otoritas: audit terhadap penciptanya sendiri. Ketika pengawasan diperketat dan mentornya sendiri berubah menjadi algojo, Gilang dipaksa memilih: tetap menjadi alat yang patuh, atau menjadi cacat sistem yang harus dibuang. Pilihan itu menyeretnya ke dunia bawah kota-jaringan tanpa wajah, tanpa pusat, dan tanpa klaim kemenangan-sebuah ekosistem perlawanan bernama Centipede, yang bergerak bukan dengan ledakan, melainkan gangguan kecil yang terkoordinasi. Di sana, Gilang menemukan bahwa perlawanan paling berbahaya bukanlah revolusi terbuka, melainkan ketiadaan yang terorganisir. Tidak ada pemimpin untuk dipenggal. Tidak ada simbol untuk dihancurkan. Hanya "kaki-kaki" yang terus bergerak, membuat sistem menggigit dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#117
thriller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stuck Between The Pags
  • Ervan Carolline
  • The Last Antagonis
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor!
  • Force to Marry the Devil
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Adopting the Male Lead (END)
  • AVISENA

Transmigrasi series two Judul sebelumnya: TERJEBAK DALAM HALAMAN NOVEL berubah : Stuck Between The Pags ---- Seorang gadis fotografer mendapati dirinya terjebak di dalam dunia novel yang dulu dia baca saat masa remaja. Novel bergenre drakromance yang di bumbui obsesi tokoh di dalam cerita. Semuanya bermula ketika ia memindahkan foto ke komputer untuk di edit. Ia tidak mengetahui bahwa salah satu kabel ada yang konslet menyebabkan dirinya kesetrum, lalu tiba-tiba terbangun dalam tubuh remaja yang dia ketahui seorang karakter sampingan yang tidak ia kenal. "Tidak bisa di cerna dengan akal manusia" lirihnya. Highest rank 3 in darkromance (25 September 2025) 2 in darkromance (26 September 2025) Start : 1 September 2025 Finish : ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines