Garnet High

Garnet High

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 13, 2026
Di Garnet High, puncak kehormatan bukan hanya soal prestasi- melainkan status. Crystal Dorm adalah asrama tertinggi, dihuni para Prince dan Princess, mereka yang dipuja, dipilih, dan memiliki kuasa untuk menentukan pasangan hidup di sekolah. Setiap Prince atau Princess hanya boleh memilih satu teman kamar- satu orang yang akan berdiri sejajar dengan mereka. Saat Callista, seorang Princess dari Crystal Dorm, mengajak Arsya masuk ke dunianya, itu terlihat seperti mimpi. Namun di balik senyum dan kemewahan, Arsya melihat sisi gelap yang tak semua orang berani hadapi. Menolak Crystal berarti satu jalan tersisa: Diamond Dorm. Asrama yang hanya bisa dimasuki oleh pasangan para Prince dan Princess. Demi berada di asrama yang sama dengan Kaysa, Arsya terpaksa menerima kesepakatan tak jujur- menjadikan Ravian sekadar jalan masuk, bukan perasaan. Namun rencana tak pernah siap menghadapi hati. Di Diamond Dorm, tantangan demi tantangan menguji Arsya, hingga satu kebenaran terungkap: Alvian adalah mantan Callista. Ketika masa lalu, ambisi, dan cinta saling bertabrakan, Arsya harus memilih- mempertahankan mimpi yang dibangun dengan kebohongan, atau jujur pada perasaan yang tumbuh tanpa rencana. ✨ Garnet High tempat cinta bukan kelemahan, dan kebenaran selalu menuntut keberanian.
All Rights Reserved
#7
eliteschool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines