99 capítulos Em andamento Ketika Salma Tak Menoleh menampilkan suasana malam Jakarta yang dipenuhi cahaya gedung-gedung tinggi, melambangkan kota besar yang menjadi awal perubahan hidup tokoh utama.
Di bagian depan, terlihat seorang gadis berseragam sekolah- SALMA ARZANI WIRATAMA. Wajahnya cantik namun tenang, sorot matanya dingin dan tidak menoleh ke arah siapa pun. Posisi tubuhnya yang menghadap ke depan menggambarkan sifatnya yang tertutup, cuek, dan memilih berjalan sendiri tanpa peduli pada sekitar.
Di belakangnya, berdiri seorang laki-laki dengan jaket gelap dan aura tegas-ELANG WIJAYA PRATAMA, sosok populer sekaligus anggota geng motor. Tatapannya tertuju pada Salma, seolah menyiratkan rasa penasaran yang tak terucap. Jarak di antara mereka menggambarkan dua dunia yang berbeda:
📚 dunia sunyi seorang gadis kutu buku
🏍️ dan dunia keras seorang anak jalanan
Perpaduan warna gelap dan cahaya kota menciptakan nuansa dingin, misterius, namun emosional-menegaskan bahwa cerita ini bukan sekadar kisah cinta remaja, melainkan tentang luka, ketidakpedulian, dan pertemuan yang tak direncanakan.
Judul Ketika Salma Tak Menoleh tertulis elegan di bagian atas, memperkuat makna bahwa satu ketidakpedulian sederhana dapat menjadi awal dari kisah yang mengubah segalanya