We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kost Atlit [SERIES]

Kost Atlit [SERIES]

Season 1
  • WpView
    Reads 17,842
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 24, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Bisexual
Coming Out and Self-Acceptance
Gay
Menceritakan kost Pak Burhan, yang kini ditempati para mahasiswa atlet berwajah tampan dan bertubuh atletis dari berbagai cabang olahraga, sampai-sampai para cewek kampus menjulukinya "kost boyband". Setiap hari ada saja momen panas tak sengaja: anak-anak kos pulang latihan sambil melepas baju di lorong, mandi terburu-buru dengan handuk setengah jatuh, atau saling bantu mengobati memar di kamar sambil bercanda garing tapi bikin deg-degan. Pak Burhan, yang diam-diam menikmati setiap kekacauan itu, sengaja merenovasi beberapa bagian rumah agar lebih terbuka, pantulan kaca, dan sudut-sudut "strategis," semua dengan alasan keamanan... padahal matanya selalu kebablasan menonton "kompetisi ketidaksengajaan" para atlet itu. Di balik semua itu, kost kecil ini jadi tempat penuh cerita : antara humor, seksualitas, dan testosteron.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Trouble Maker[END]
  • ELION (bl)
  • The Pinky Boy
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Target Si Supir [END]
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • After the Fall
  • "Liburan" Bonus Suami

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines